Media Harus Jaga Suasana Kondusif Jelang Pemilu

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ade-mulyana-1'>ADE MULYANA</a>
LAPORAN: ADE MULYANA
  • Senin, 30 Desember 2013, 19:45 WIB
Media Harus Jaga Suasana Kondusif Jelang Pemilu
margiono/net
rmol news logo Media diminta agar memberikan pendampingan kepada masyarakat di tengah-tengah perkembangan politik yang berjalan sangat dinamis jelang Pemilu 2014. Berbagai kekuatan politik bersaing dalam pencitraan diri, penggalangan opini publik dan mobilisasi politik sehingga selalu ada kemungkinan bahwa masyarakat akan memilih "kucing dalam karung".

"Pers harus berperan menyediakan informasi dan wacana yang dibutuhkan masyarakat untuk mengenali kelebihan dan kekurangan para calon anggota legislatif, calon presiden atau wakil presiden, calon anggota DPD dan calon pemimpin daerah," imbau Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Margiono dalam keterangan pers mengenai catatan pergantian tahun (Senin, 30/12).

Meski begitu, diingatkan Margiono, dalam memberikan informasi dan wacana tersebut pers juga harus tetap memberikan kebebasan kepada masyarakat untuk menentukan sendiri pilihan politiknya.

Selain itu, media juga diimbau untuk terlibat aktif mewujudkan pemilu 2014 berkualitas, dengan cara  mensosialisasikan tahap-tahap persiapan pemilu dan tata cara pemungutan suara yang dinilai banyak kalangan cukup rumit. Ketidaktahuan masyarakat terhadap hal itu, kata Margiono, tentu akan berdampak kepada tingginya angka golput dan oleh karenanya mempengaruhi kualitas pemilu secara keseluruhan.

"Pers harus membantu penyelenggara pemilu dalam melakukan sosialisasi tentang tahap-tahap dan tatacara pemilu. Sudah terbukti, media massa adalah saluran komunikasi dan informasi yang utama di Indonesia hari ini," imbuh Margiono.

Selain itu, kata Margiono, yang tidak kalah penting dilakukan media adalah menjaga suasana yang kondusif dan aman menjelang pelaksanaan pemilu. Semua kandidat politik sangat berkepentingan dengan pemberitaan media. Beberapa di antara mereka akan berusaha menggunakan ruang pemberitaan media untuk menyudutkan pihak-pihak lain. Perlu kedewasaan dan kehati-hatian dalam hal ini, agar media tidak terseret ke dalam konflik atau persaingan politik antar kontestan pemilu.

"Media harus menghindari peranan intensivier of conflict, peranan mengintensifkan dan memperbesar skala konflik melalui pemberitaan yang bersifat bombastis dan provokatif," demikian Margiono.[dem]


Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA