Kondisi memprihatinkan ini disorot tajam oleh Ketua DPP PDIP Bidang Industri, Perdagangan, BUMN, dan Investasi, Darmadi Durianto dalam diskusi bertajuk
Praktik E-Commerce antara Persaingan Sehat atau Dominasi Platform di Megawati Institute, Jakarta.
Ia menegaskan, negara tidak boleh jadi penonton saat warga negaranya "dijajah" oleh aturan
platform yang tidak transparan.
"Digitalisasi ekonomi memang harus tumbuh, tetapi jangan sampai pertumbuhan
platform justru membuat
seller lokal tertekan di negaranya sendiri," tegas Darmadi, Senin, 11 Mei 2026.
Anggota Komisi VI DPR ini membongkar rupa-rupa beban yang mencekik pedagang kecil. Mulai dari biaya layanan, administrasi, hingga logistik yang naik seenak udel tanpa transparansi jelas.
Tak hanya soal biaya, Darmadi menyoroti "tangan dingin" algoritma yang kini menentukan nasib pedagang. Siapa yang muncul di halaman utama dan siapa yang tenggelam, sepenuhnya dikontrol oleh sistem yang sering kali tidak berpihak pada produk lokal.
“Algoritma hari ini bukan sekadar teknologi, tapi menentukan siapa yang terlihat dan siapa yang tenggelam di pasar digital. Jika tidak ada keberpihakan kepada produk lokal, pasar nasional akan terus dikuasai kekuatan besar,” sindirnya pedas.
Atas dasar itu, politisi senior banteng ini mendesak pemerintah segera merevisi regulasi Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PMSE). Baginya,
platform wajib buka-bukaan soal biaya dan dilarang mengubah kebijakan secara sepihak yang merugikan UMKM.
Dalam diskusi yang sama, Anggota Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), Gopprera Panggabean menyebut pasar digital punya "sihir" bernama efek jaringan dan penguasaan data.
Platform yang menguasai data besar punya kuasa untuk menyetir pola konsumsi masyarakat.
Gopprera mengungkap adanya praktik
self-preferencing, di mana
platform lebih memprioritaskan produk milik mereka ketimbang produk pedagang lain.
Ada pula fenomena
lock-in ecosystem, yakni kondisi di mana seller dan pembeli "disandera" karena ketergantungan pada sistem pembayaran dan logistik tertentu.
"Persaingan usaha di era digital tidak lagi hanya bicara harga. Penguasaan data, algoritma, dan ekosistem kini menjadi instrumen utama pembentukan dominasi pasar," jelas Gopprera.
BERITA TERKAIT: