Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Ranny Fahd Arafiq menekankan pengawasan terhadap kualitas layanan kesehatan harus terus dilakukan secara konsisten.
“Kelancaran ibadah sangat bergantung pada kondisi kesehatan jemaah haji. Ini yang harus kita jaga sejak awal sampai seluruh rangkaian ibadah selesai,” ujar Ranny dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Minggu malam, 10 Mei 2026.
Legislator dari Dapil Kota Depok dan Bekasi ini mengingatkan tantangan utama yang dihadapi jemaah tidak hanya berasal dari perjalanan panjang, tetapi juga dari kondisi cuaca ekstrem di Arab Saudi yang dapat berdampak langsung pada daya tahan tubuh, terutama bagi jemaah lanjut usia dan kelompok risiko tinggi.
Dalam kondisi tersebut, Ranny mendorong tenaga kesehatan (nakes) untuk tidak hanya menunggu laporan, tapi aktif memantau kondisi jemaah secara langsung di pemondokan.
“Pendekatannya harus proaktif. Jangan tunggu jemaah datang dengan keluhan, tapi pastikan kondisi mereka dipantau secara berkala,” tegasnya.
Selain pemantauan, Ranny menilai edukasi kesehatan juga menjadi bagian penting yang perlu terus diperkuat, terutama terkait pencegahan dehidrasi, kelelahan, dan deteksi dini penyakit yang berpotensi memburuk selama pelaksanaan ibadah.
Menurut Waketum PP KPPG ini, skrining kesehatan yang telah dilakukan sejak masih di dalam negeri adalah langkah awal yang baik. Namun, efektivitasnya sangat bergantung pengawasan lanjutan selama jemaah berada di lapangan.
“Pemeriksaan awal itu penting, tapi yang menentukan adalah bagaimana pengawasannya berjalan setelah jemaah tiba di Tanah Suci,” tegasnya lagi.
Bagi Ranny, keberhasilan penyelenggaraan haji tidak hanya diukur dari kelancaran proses, tetapi juga dari sejauh mana jemaah dapat menjalankan ibadah dengan aman dan kembali dalam kondisi sehat.
“Kalau jemaah bisa beribadah tenang dan pulang dengan selamat, itu berarti sistemnya berjalan dengan baik,” pungkas Ranny.
BERITA TERKAIT: