Safari Ramadhan ketujuh setelah Medan, Tasikmalaya, Lombok, Surabaya, Lampung, dan Yogyakarta tersebut kini menyasar Maporesta Samarinda, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Jumat (8/6).
Dalam safari ini, Tito Karnavian menjelaskan bahwa modal penting dalam sebuah bangsa bukan sumber daya alam (SDA), tetapi rasa aman.
"Kalau sudah aman, kita bisa melakukan apa saja, termasuk menjadi masyarakat yang sejahtera," katanya.
Dia kemudian mengucapkan selamat kepada segenap jajaran di pemerintahan Kalimantan Timur, sebab belum ada gejolak apapun di tahun politik.
Meski demikian, kewaspadaan dengan penyebaran jaringan terorisme harus tetap ditingkatkan. Apalagi, serangkaian teror bom tengah terjadi di negeri ini.
"Tentu pengalaman itu harus membuat kita tetap waspada dan hati-hati," tambahnya.
Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Majelis Dzikir Hubbul Wathon (PB MDWH), Hery Haryanto Azumi, yang ikut dalam rombongan Safari Ramadan Panglima TNI-Kapolri, mengatakan bahwa salah satu poin penting dalam safari Ramadan di Kaltim ini ajakan kepada ulama di Kaltim untuk ikut menjaga rasa aman.
"Panglima TNI dan Kapolri mengajak ulama dan masyarakat Kaltim bersama-sama menjaga keamanan menjelang Lebaran dan pilkada," katanya.
Menurut Hery, upaya merangkul ulama untuk menjaga rasa aman merupakan langkah yang tepat. Sebab, ulama merupakan elemen yang sangat dekat dengan umat.
"Ulama memiliki kepemimpinan yang mengakar. Jadi melibatkan ulama untuk menjaga kondusivitas sebuah langkah yang tepat," terangnya.
Sementara itu, Gubernur Kaltim, Awang Faroek Ishak menyebut bahwa Kaltim merupakan provinsi patut mendapat perhatian khusus terkait terorisme. Untuk itu, dia meminta agar agama tidak gunakan dalam politik praktis di Pilkada Serentah 2018.
"Agama tidak boleh digunakan untuk kepentingan politik praktis," ujar Awang.
Acara Safari Ramadan yang diisi dengan buka puasa bersama, sholat tarawih berjamaah, dan santunan anak yatim tersebut dihadiri 50 ulama lebih se-Kaltim dan sekitar 1500 pasukan dari TNI-Polri.
[nes]
BERITA TERKAIT: