Terkait hal ini, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni meminta masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar.
Kementerian Kehutanan menegaskan, edukasi kepada masyarakat terus dilakukan agar praktik pembakaran lahan tidak terulang.
“Ini sifatnya tentu imbauan, edukasi kepada masyarakat agar tidak melakukan melalui piring dengan cara membakar lahan di kawasan,” kata Raja Juli di Jakarta, Senin, 6 April 2026.
Ia juga mengingatkan bahwa pembakaran lahan kerap menjadi cara cepat yang justru berbahaya.
“Ini juga bagian dari tanggung jawab struktural, ketergantungan hukum, salah satunya adalah menjadi jawaban terhadap aksi-aksi yang memahami macam kesehatan maupun ekonomi masyarakat,” jelasnya.
Selain itu, masyarakat diminta lebih waspada karena kondisi kemarau tahun ini berpotensi memperparah risiko kebakaran.
“Singkatnya, pada tahun ini akan terjadi kekeringan yang lebih awal dan lebih panjang,” tegas Raja Juli.
Pemerintah menegaskan, dampak karhutla bisa meluas mulai dari gangguan kesehatan hingga aktivitas transportasi. Karena itu, masyarakat dan pelaku usaha diminta tidak menggunakan api dalam membuka lahan.
BERITA TERKAIT: