Kader PSI: Chaos Bukan Prediksi Tapi Agenda!

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/adityo-nugroho-1'>ADITYO NUGROHO</a>
LAPORAN: ADITYO NUGROHO
  • Minggu, 05 April 2026, 02:59 WIB
Kader PSI: Chaos Bukan Prediksi Tapi Agenda<i>!</i>
Kader PSI Dian Sandi Utama. (Foto: Dokumentasi RMOL)
rmol news logo Kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Dian Sandi Utama menuding adanya gerakan terselubung yang ingin menjatuhkan Presiden Prabowo Subianto sebagai pemerintahan yang sah.

Dalam cuitannya di akun media X pribadinya, Sabtu, 4 April 2026, ia turut menyeret nama mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang memprediksi adanya chaos pada bulan Juli-Agustus 2026 mendatang.

Selain JK ia juga menyeret nama aktivis senior Muhammad Said Didu yang menyebarkan undangan adanya pertemuan Gerakan Merebut Kembali Kedaulatan Rakyat (GMKR) di Solo.
 
“Pak JK prediksi bahwa Juli-Agustus akan ada chaos. Kemarin mulai ngumpul bbrp orang suarakan “Lengserkan Presiden”. Said Didu juga kirim undangan. Chaos itu bukan prediksi tp agenda!” tulis Dian Sandi dikutip redaksi, Minggu, 5 April 2026.

Dalam unggahan Said Didu turut melampirkan poster pertemuan halalbihalal dan deklarasi GMKR Solo Raya yang dilaksanakan di Gedung Umat Islam Kartopuran, Solo pada Minggu, 5 April 2026 pukul 8.30 Wib-Selesai.

Isu pelengseran presiden sebelumnya juga berhembus melalui video ceramah pendiri Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Saiful Mujani, yang memicu polemik publik. 

Dalam video yang beredar, Saiful dianggap mengajak masyarakat untuk menjatuhkan Presiden Prabowo Subianto. 

Namun anggapan itu dibantah oleh peneliti sekaligus Manajer SMRC, Saidiman Ahmad. Ia menegaskan bahwa video yang beredar hanyalah potongan yang tidak utuh dan berpotensi menyesatkan.

Sebaiknya ditonton keseluruhan ceramah Prof. Saiful Mujani tersebut. Itu sebenarnya pidato politik biasa yang dilakukan oleh seorang akademisi yang kritis pada jalannya pemerintahan,” ujar Saidiman kepada wartawan di Jakarta. rmol news logo article


Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA