PT Angkasa Pura Indonesia menjelaskan ambruknya atap terjadi saat hujan lebat dengan intensitas tinggi yang disertai potensi windshear pada siang hari ini di kawasan Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.
"Kondisi gangguan di satu titik atap tersebut berlangsung kurang lebih selama 5 menit. Petugas operasional bandara langsung melakukan penanganan," kata Assistant Deputy Communication & Legal KC Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Yudistiawan dalam keterangan tertulis.
"Saat ini area tersebut dalam kondisi bersih dan situasi telah kembali kondusif, dengan operasional bandara tetap berjalan lancar," imbuhnya.
Tak hanya itu, peristiwa ini juga membuat beberapa penerbangan dialihkan.
"Kondisi tersebut berdampak pada sejumlah pergerakan penerbangan, khususnya pada fase pendaratan," kata Yudistiawan.
Berdasarkan data dari Airport Operation Control Center (AOCC) tercatat sebanyak 12 penerbangan dialihkan (divert) ke bandara lain, 14 penerbangan melakukan prosedur holding, 13 penerbangan melakukan go around, serta 1 penerbangan kembali ke apron (Return to Apron/RTA).
"Keselamatan dan keamanan penerbangan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap pengambilan keputusan operasional," Yudistiawan.
Di sisi lain, Yudistiawan memastikan seluruh fasilitas sisi udara seperti runway, taxiway, dan apron berada dalam kondisi baik dan tetap dapat beroperasi secara normal tanpa adanya genangan yang mengganggu pergerakan pesawat.
BERITA TERKAIT: