Jakarta Bisa Tiru Taipei soal Pengelolaan Sampah

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widodo-bogiarto-1'>WIDODO BOGIARTO</a>
LAPORAN: WIDODO BOGIARTO
  • Jumat, 13 Maret 2026, 00:26 WIB
Jakarta Bisa Tiru Taipei soal Pengelolaan Sampah
Lokasi longsor sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi.(Foto: PPID DKI Jakarta)
rmol news logo Tragedi longsor gunungan sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat, pada 8 Maret 2026, yang menyebabkan tujuh nyawa melayang, makin menegaskan problem pelik soal tata kelola sampah kawasan perkotaan. 

"Kasus longsoran sampah di TPST Bantargebang sudah berulang. Ini harus dihentikan," kata Wakil Ketua Fakta Indonesia, Azas Tigor Nainggolan kepada RMOL, Jumat 13 Maret 2026.

Terkait pengelolaan sampah perkotaan, Tigor menyarankan Pemprov DKI Jakarta meniru Kota Taipei, Taiwan.

"Taipei merupakan salah satu kota di Taiwan yang berhasil mengelola sampah dengan ramah lingkungan dan berkelanjutan," kata Tigor.

Menurut Tigor, Taipei telah lama meninggalkan pola angkut, tumpuk dan bakar sampah, seperti dilakukan di TPST Bantargebang.

"Taipei 2003 tidak membakar sampah lagi dan meninggalkan incenerator mereka sebagai bangunan sejarah," kata Tigor.

Warga dan pemerintah Kota Taipei melakukan pengolahan sampah mendaur ulang sampah  menjadi barang berharga seperti alat baru serta kompos. 

Alat baru yang dihasilkan dari sampah di Taiwan adalah sepatu, pakaian dan tas dari sampah plastik. 

Saat ini bahkan salah satu incenerator terbesar di Taipei dijadikan tempat rekreasi, tepatnya restoran dengan  model lift bergerak dari bawah ke atas.

"Pengunjung lift bekas incenerator bisa menikmati pemandangan Taipei yang indah sambil makan minum," pungkas Tigor. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA