Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, bahkan mengancam akan menghentikan operasional dapur MBG yang tidak mematuhi instruksi tersebut.
Langkah ini diambil karena harga telur di tingkat peternak hanya sekitar Rp22.000 per kilogram, jauh di bawah harga impas Rp24.000 per kilogram. Padahal, di tingkat konsumen harga telur sudah berada di kisaran Rp25.000 hingga Rp27.000 per kilogram.
Menurut Nanik, pembelian langsung oleh program Makan Bergizi Gratis (MBG) diharapkan dapat meningkatkan serapan produksi peternak dan mendorong harga kembali ke level yang menguntungkan. BGN memberikan waktu sekitar dua pekan bagi SPPG untuk membantu memulihkan harga telur melalui skema tersebut.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan juga meminta BGN memperbanyak penggunaan telur dalam program MBG. Menurutnya, peningkatan konsumsi telur oleh program tersebut dapat menjadi solusi cepat untuk menyerap kelebihan pasokan yang saat ini menekan harga di tingkat peternak.
"Kalau BGN menggunakan telur selama dua hari saja, itu setara dengan kebutuhan sekitar 48 juta butir telur dalam sekali belanja," ujar Zulhas.
Pemerintah berharap peningkatan serapan melalui program MBG dapat membantu menstabilkan harga telur sekaligus menjaga keberlangsungan usaha peternak ayam petelur yang dalam beberapa pekan terakhir menghadapi tekanan akibat rendahnya harga jual.
BERITA TERKAIT: