Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Iwan Setiawan menilai, pola komunikasi impersonal yang meminimalkan drama personal menjadi fondasi krusial untuk menjaga stabilitas nasional dan menekan kegaduhan publik yang tidak produktif.
“Bagi saya, sikap Seskab Teddy yang tidak defensif, memilih mengabaikan serangan personal, patut diapresiasi,” kata Iwan kepada wartawan, Selasa 2 Juni 2026.
Lebih lanjut, Iwan memaparkan sejumlah kompetensi mendasar yang idealnya melekat pada setiap pejabat publik dalam berinteraksi dengan masyarakat.
"Kemampuan tersebut mencakup penguasaan materi, ketepatan menempatkan diri sesuai situasi dan kondisi, kepekaan membaca psikologi publik, hingga pendekatan yang persuasif," katanya.
Dalam hal ini, dia menilai Teddy mampu memenuhi kriteria tersebut dengan tidak memanfaatkan posisi strategisnya untuk menanggapi sinisme yang mengarah pada pribadinya.
Kontras dengan sikap tenangnya dalam menghadapi serangan personal, sambungnya, Teddy menunjukkan performa dan kedisiplinan yang tinggi ketika dihadapkan pada tugas-tugas kelembagaan.
"Namun, kalau menyangkut tugas dan tanggung jawabnya sebagai Seskab dalam urusan negara, dia paling gesit dan cekatan," pungkasnya.
BERITA TERKAIT: