PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung mencatat, puluhan ribu penumpang kereta api membanjiri Kota Kembang sebagai destinasi favorit menghabiskan waktu libur.
Berdasarkan data dari KAI Daop 2 Bandung hingga Minggu 31 Mei 2026 pukul 17.00 WIB, total kedatangan penumpang di seluruh wilayah kerja Daop 2 mencapai 119.913 pelanggan selama tujuh hari periode libur panjang (26 Mei-1 Juni 2026). Dari jumlah tersebut, Kota Bandung mendominasi sebagai stasiun tujuan akhir dengan jumlah kedatangan terbanyak.
Tercatat ada sebanyak 61.254 pelanggan yang tiba di dua stasiun utama Kota Bandung, yakni Stasiun Bandung dan Stasiun Kiaracondong. Secara rinci, sebanyak 41.485 penumpang datang melalui Stasiun Bandung, sedangkan 19.769 pelanggan lainnya tiba via Stasiun Kiaracondong.
"Tingginya angka kedatangan ini mencerminkan besarnya minat masyarakat untuk menggunakan kereta api sebagai moda transportasi yang aman, nyaman, tepat waktu, dan bebas macet,” kata Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, dikutip dari
RMOLJabar, Selasa 2 Juni 2026.
Tidak hanya dari sisi kedatangan, arus keberangkatan masyarakat yang memanfaatkan jasa transportasi kereta api dari wilayah Daop 2 Bandung juga menunjukan antusiasme yang luar biasa tinggi.
Masih merujuk pada data hingga Minggu sore, total penjualan tiket untuk arus keberangkatan masa libur Iduladha dilaporkan menembus angka 116.860 tiket. Angka penjualan tersebut setara dengan 114,4 persen dari total kapasitas tempat duduk yang semula disediakan sebanyak 102.186 kursi.
Lonjakan keterisian atau okupansi gerbong yang bisa melampaui angka 100 persen ini terjadi akibat adanya pola penumpang dinamis. Artinya, satu nomor kursi yang sama dapat terjual dan dimanfaatkan oleh lebih dari satu pelanggan dalam relasi atau stasiun antara yang berbeda di sepanjang rute perjalanan.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pelanggan yang telah mempercayakan perjalanan mereka menggunakan kereta api. KAI Daop 2 Bandung berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan terbaik," kata Kuswardojo.
BERITA TERKAIT: