Kekhawatiran ini muncul menyusul pernyataan Menko Pangan Zulkifli Hasan alias Zulhas yang menekankan pentingnya sinergi cepat untuk mengatasi krisis lingkungan tersebut.
Menyikapi hal tersebut, Ketua Umum Forum Pemuda Peduli Jakarta (FPPJ), Endriansyah mendorong Dudi Gardesi harus segera melakukan langkah akselerasi dan tidak boleh terjebak dalam pola birokrasi yang lamban.
"Tumpukan sampah setinggi 17 lantai di Bantargebang adalah bom waktu yang menuntut terobosan nyata dalam 100 hari pertama kepemimpinan Dudi," Endriansyah, dikutip Selasa 5 Mei 2026.
Selaras dengan arahan Menko Zulhas, FPPJ mendesak Dudi Gardesi untuk memperkuat sinkronisasi pengelolaan sampah, mulai dari digitalisasi bank sampah di tingkat warga (hulu) hingga percepatan teknologi pemusnahan sampah ramah lingkungan di hilir.
Terkait kerja sama dengan PT Danantara, FPPJ meminta Dudi Gardesi memastikan bahwa skema investasi tersebut benar-benar dieksekusi untuk percepatan infrastruktur pengolahan sampah modern yang selama ini kerap tertunda.
Endriansyah menegaskan bahwa FPPJ akan mengawal ketat setiap kebijakan yang diambil oleh DLH di bawah kepemimpinan Dudi Gardesi guna memastikan keselamatan lingkungan warga Jakarta.
"Masalah sampah Jakarta adalah masalah kemanusiaan dan kesehatan publik yang tidak bisa ditunda lagi," pungkas Endriansyah.
BERITA TERKAIT: