Lurah Pulau Untung Jawa, Muslim mengatakan, akumulasi arus kedatangan pelancong mulai memadat sejak puncaknya pada 30-31 Mei dengan torehan 2.983 wisatawan. Angka ini terus merangkak naik hingga Senin, 1 Juni 2026 siang, di mana lebih dari 300 pelancong baru kembali merapat di dermaga utama.
"Mayoritas pergerakan wisatawan masuk secara massal melalui penyeberangan kapal tradisional via Dermaga Tanjung Pasir Kabupaten Tangerang, serta sokongan armada
speedboat dari Pelabuhan Kali Adem Jakarta Utara," kata Muslim, dikutip dari laman resmi Pemprov DKI, Selasa 2 Juni 2026.
Merespons tren positif tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Seribu tengah memacu proyek penataan ruang dan peningkatan kualitas sarana-prasarana publik guna mendongkrak kenyamanan indeks kunjungan.
Muslim menyebut, proyek revitalisasi kawasan tersebut saat ini telah menyentuh progres konstruksi di atas 60 persen. Intervensi infrastruktur difokuskan pada pembenahan estetika lapangan utama, restorasi Pantai Sakura, penataan Taman Nemo dan Taman Sentigi, hingga penguatan struktur tanggul lintasan lari (running track).
"Saat ini, progres penataan kawasan telah mencapai lebih dari 60 persen. Kami terus berupaya meningkatkan kualitas sarana dan prasarana agar wisatawan semakin nyaman saat berkunjung," kata Muslim.
Di sisi lain, perputaran uang dari padatnya volume pelancong ini dirasakan langsung oleh ekosistem ekonomi mikro pulau.
Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pulau Untung Jawa, Rusli menegaskan bahwa tingkat keterisian penginapan (homestay), penyewaan wahana rekreasi air, hingga sektor kuliner laut mengalami lonjakan omzet yang signifikan.
BERITA TERKAIT: