Ajang yang diikuti sekitar 8.000 peserta dari 38 provinsi ini mengusung tema "Pesparawi Nasional Ramah Lingkungan".
Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan Pesparawi tidak hanya menjadi ajang seni musik gerejawi, tetapi juga sarana memperkuat persaudaraan, persatuan, dan kepedulian terhadap lingkungan.
Menurut Menag, kegiatan keagamaan harus mampu memberikan kontribusi nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan. Karena itu, selama penyelenggaraan Pesparawi akan diterapkan berbagai langkah ramah lingkungan, seperti penggunaan tumbler pribadi, pengurangan plastik sekali pakai, serta pengelolaan sampah yang lebih baik.
"Melalui Pesparawi Nasional XIV, kita ingin menegaskan bahwa nilai-nilai keagamaan dan kepedulian terhadap lingkungan harus berjalan beriringan," ujar Nasaruddin saat peluncuran Pesparawi Nasional XIV di Jakarta, Selasa 2 Juni 2026
Menag juga menekankan bahwa Pesparawi menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan di tengah keberagaman bangsa. Menurutnya, seperti halnya paduan suara yang menghasilkan harmoni dari berbagai suara yang berbeda, Indonesia juga menjadi kuat karena keberagaman yang dipersatukan dalam semangat kebersamaan.
Selain memperkuat persaudaraan, Pesparawi diharapkan dapat meningkatkan kualitas keimanan dan kehidupan spiritual umat.
Pesparawi Nasional 2026 akan mempertandingkan 12 kategori lomba yang menampilkan kekayaan seni paduan suara dan musik gerejawi dari berbagai daerah di Indonesia.
Direktur Jenderal Bimas Kristen, Jeane Marie Tulung, mengatakan peluncuran Pesparawi menandai dimulainya seluruh tahapan persiapan menuju pelaksanaan acara di Manokwari. Ia berharap dukungan seluruh pihak agar Pesparawi berlangsung sukses dan memberikan manfaat bagi umat serta bangsa Indonesia.
Hadir dalam acara tersebut Wakil Gubernur Papua Barat Mohamad Lakotani Sirua, Ketua DPRD Manokwari, Ketua Harian Panitia Pelaksana Pesparawi Nasional XIV Jacob Fonataba, serta jajaran panitia, pimpinan aras gereja nasional, Pengurus Lembaga Pengembangan Pesparawi Nasional, pejabat Eselon I dan II Kementerian Agama.
Forum ini diikuti juga secara daring oleh para Kepala Bidang/Pembimbing Masyarakat Kristen se-Indonesia dan pengurus Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD) dari seluruh Indonesia.
Kementerian Agama berharap Pesparawi Nasional XIV tidak hanya sukses sebagai ajang seni paduan suara gerejawi, tetapi juga menjadi sarana memperkuat moderasi beragama, persatuan bangsa, dan kepedulian terhadap lingkungan hidup.
BERITA TERKAIT: