Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaff, menegaskan larangan tersebut merupakan aturan penerbangan yang wajib dipatuhi seluruh jemaah. Selain melanggar ketentuan maskapai, keberadaan air zamzam di dalam koper juga dapat menghambat proses pemeriksaan bagasi di bandara.
"Kami menegaskan kembali kepada seluruh jemaah agar tidak memasukkan air zamzam ke dalam koper bagasi maupun koper kabin," kata Maria di Jakarta, Senin 1 Juni 2026.
Maria memastikan jemaah tidak perlu khawatir kehilangan hak untuk mendapatkan air zamzam. Pemerintah telah menyiapkan distribusi resmi sehingga setiap jemaah akan menerima satu galon air zamzam berisi lima liter di debarkasi masing-masing setelah tiba di Indonesia.
Karena itu, jemaah diminta mematuhi aturan yang berlaku dan tidak mencoba membawa zamzam secara mandiri dari Arab Saudi. Kepatuhan terhadap ketentuan tersebut dinilai penting untuk memperlancar proses kepulangan ribuan jemaah yang kini mulai diberangkatkan secara bertahap dari Jeddah menuju berbagai daerah di Indonesia.
Selain itu, Kemenhaj mengimbau jemaah tetap menjaga kondisi fisik menjelang kepulangan dengan memperbanyak minum air putih, beristirahat cukup, serta menghindari aktivitas yang berlebihan di tengah cuaca panas Makkah.
BERITA TERKAIT: