Pimpinan MPR: Gedung Parlemen Masuk Cagar Budaya, Tapi Terbuka Bagi Masyarakat

Kamis, 14 Februari 2019, 11:26 WIB | Laporan: Ahmad Kiflan Wakik

Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid/RMOL

. Gedung MPR, DPR dan DPD atau Komplek Parlemen di kawasan Senayan, Jakarta merupakan salah satu bangunan yang menjadi aset cagar budaya nasional.

"Gedung ini masuk dalam cagar budaya nasional, sehingga sangat dilindungi," ujar Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid pada acara temu tokoh, di Gedung Nusantara IV, Komplek Parlemen, Kamis (14/2).

Hidayat menyebutkan bahwa sekali pun Gedung Parlemen masuk dalam cagar budaya, tetapi bukan berarti masyarakat tidak boleh berkunjung.

Di Gedung Parlemen inilah para wakil rakyat bekerja dan sudah menjadi suatu hal wajar bagi siapapun untuk melihat cara bekerja anggota dewan.

"Seluruh warga Indonesia boleh datang ke DPR ke MPR boleh menonton sidang, boleh melihat cara pengambilan keputusan. Sehingga tidak hanya tahu di media bahwa anggota dewan itu suka tidur," jelasnya.

Di hadapan peserta yang mayoritas emak-emak, Hidayat menyebutkan juga bahwa berkunjung ke Gedung Parlemen bisa seperti perjalanan tamasya hingga menyampaikan aspirasi.

"Banyak yang datang ke sini mulai dari naik bus buat foto-foto dan boleh juga demo di depan (gerbang Parlemen)," kata Hidayat.

"Apalagi khusus ibu-ibu, boleh ke sini sambil demo masak," seloroh Wakil Ketua Majelis Syuro PKS ini disambut tawa. [rus]

Kolom Komentar


loading