Demikian pandangan Pengamat Intelijen dan Geopolitik Amir Hamzah dalam keterangannya, dikutip Selasa 16 Juni 2026.
Amir menyebut, perhatian publik yang terlalu terfokus pada sosok Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya berpotensi menimbulkan kesimpulan yang tidak utuh mengenai arsitektur kekuasaan yang dibangun Prabowo.
“Jangan mudah menyimpulkan bahwa orang yang paling sering terlihat bersama Presiden adalah orang yang paling menentukan keputusan. Dalam dunia intelijen, justru sering kali yang terlihat bukan pusat keputusan sesungguhnya,” kata Amir.
Menurut Amir, pola kepemimpinan Prabowo memiliki kemiripan konseptual dengan sistem yang diterapkan di Gedung Putih Amerika Serikat.
Dalam model tersebut terdapat berbagai lapisan akses, pusat koordinasi dan lingkaran pengambilan keputusan yang tidak seluruhnya terlihat oleh publik.
Ia menjelaskan, dalam analisis intelijen dikenal istilah
visible gatekeeper dan
actual decision circle.
Visible gatekeeper adalah figur yang tampak mengatur akses, jadwal, komunikasi dan protokol kepala negara. Sementara
actual decision circle merupakan kelompok kecil yang benar-benar terlibat dalam pembahasan serta pengambilan keputusan strategis.
“Dalam perspektif ini, Teddy bisa dipahami sebagai penjaga gerbang atau
gatekeeper yang mengelola arus informasi dan akses menuju presiden. Tetapi belum tentu seluruh keputusan strategis berada di tangannya,” kata Prabowo.
BERITA TERKAIT: