Ketua Umum Poros Rawamangun Rudy Darmawanto mengatakan, Jakarta Fair yang digagas Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin tersebut tujuannya untuk meramaikan Hari Ulang Tahun Jakarta, sehingga penyelenggaraannya bisa dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat.
"Namun realitasnya penyelenggaraan Jakarta Fair sudah menjadi ajang bisnis untuk mengeruk keuntungan sebesar-besarnya bagi penyelenggara maupun pihak lainnya," kata Rudy dalam keterangannya, Senin 15 Juni 2026.
Hal itu terlihat dari mahalnya harga tiket masuk arena Jakarta Fair 2026. Padahal saat ini sebagian rakyat lagi terlilit tingginya harga kebutuhan sehari-hari,
"Sekarang ini Jakarta Fair bukan lagi ajang pesta rakyat, tidak ada manfaatnya buat warga Jakarta," kata Rudy.
Menurut Rudy, hal ini telah menciderai visi dan misi awal penyelenggaraan Jakarta Fair atau Pekan Raya Jakarta.
"Pemprov DKI harus mengevaluasi pelaksanaan Jakarta Fair," kata Rudy.
Alasan tingginya harga tiket masuk Jakarta Fair untuk menutupi biaya penyelenggaraan, kata Rudy, sama sekali tidak logis.
"Karena penyelenggara sudah dapat pemasukan dari sewa stand serta sponsor dari berbagai perusahaan swasta," kata Rudy.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung membuka Jakarta Fair Kemayoran 2026 di Arena JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Kamis 11 Juni 2026. Pameran tahunan yang menjadi bagian dari rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Kota Jakarta itu akan berlangsung hingga 12 Juli 2026.
Sedangkan harga tiket masuk Jakarta Fair Kemayoran 2026 (tanpa konser) mulai dari Rp40.000 (Senin), Rp50.000 (Selasa-Jumat), hingga Rp60.000 (Sabtu, Minggu & Libur Nasional).
Tiket dapat dibeli secara online di Jakartafair.co.id atau Loket.com. Terdapat opsi bundling tiket masuk + konser mulai dari Rp80.000.
BERITA TERKAIT: