Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Rano Karno mengatakan, acara tersebut merupakan wujud syukuran bersama yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.
"Kalau dibilang pesta, ini bukan pesta, melainkan syukuran. Kita bersiap untuk berhijrah karena tahun depan Jakarta akan memasuki usia 500 tahun. Ini menjadi tanggung jawab kita bersama," kata Rano.
Taman Bendera Pusaka dipilih sebagai lokasi festival sebagai bagian dari upaya mengaktifkan taman kota sebagai ruang interaksi publik yang positif.
Dalam tiga bulan terakhir, antusiasme masyarakat untuk berkunjung ke taman tersebut meningkat signifikan.
"Kita harus memanfaatkan ruang terbuka. Ini menjadi bagian dari upaya mengaktifkan taman-taman kota," kata Rano.
Festival 1 Muharam 1448 H turut dimeriahkan dengan kirab pawai obor elektrik. Penggunaan obor elektrik dipilih sebagai bentuk adaptasi terhadap kondisi cuaca sekaligus mempertimbangkan aspek keamanan tanpa mengurangi nilai filosofis tradisi tersebut.
"Di Jakarta, kami menghadirkannya secara simbolis dengan menggunakan obor elektrik. Ini tetap menjadi penanda tradisi yang sangat khas di Indonesia," kata Rano.
BERITA TERKAIT: