MPR RI Minta Ulama Dan Tokoh Masyarakat Luruskan Berita Hoax

Senin, 25 Maret 2019, 23:30 WIB | Laporan: Hendry Ginting

Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid/RMOL

. Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid (HNW) mengingatkan pentingnya peran tokoh agama baik Islam maupun non-Islam serta tokoh masyarakat dalam menangkal berita bohong atau hoax di Pemilu 2019.

“Dalam agama apapun, hoax, fitnah, dan berbohong itu hukumnya haram, dosa besar. Karena itu para ulama dan tokoh agama harus berperan aktif dalam meluruskan hoax pada masyarakat,” tegas Hidayat dalam dialog empat pilar MPR RI di media centre DPR RI, Senin (25/3).

Untuk menciptakan Pemilu yang damai dan aman, Hidayat juga meminta kepada semua pihak, termasuk media massa tidak membesar-besarkan berita hoax yang bisa memicu ketakutan di masyarakat.

"Jadi kita semuanya harus berorientasi untuk fastabiqul khairat (berlomba-lomba untuk berbuat baik) dan bukannya fastabiqul mungkarat (berlomba-lomba untuk berbuat kejahatan)," kata Hidayat.

Selain mengingatkan bahaya hoax, dia juga mengingatkan kembali syarat untuk menciptakan Pemilu aman dan damai.

"Hanya saja pemilu damai itu ada syaratnya, yaitu sesuai amanat UU NRI 1945 Pasal 22 E. Selama Pemilu itu berlangsung jujur, adil, demokratis, langsung, umum, dan rahasia, Insya Allah akan berlangsung aman dan damai,” ungkapnya.
Editor: Diki Trianto

Kolom Komentar


loading