Di Pasar Induk Blora, MPR Sosialisasikan 4 Pilar Lewat Wayang Kulit

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widian-vebriyanto-1'>WIDIAN VEBRIYANTO</a>
LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO
  • Senin, 02 Oktober 2017, 06:23 WIB
Di Pasar Induk Blora, MPR Sosialisasikan 4 Pilar Lewat Wayang Kulit
Foto/MPR
rmol news logo MPR RI menggelar acara Sosialisasi Empat Pilar di Pasar Induk Blora, Jawa Tengah pada saat peringatan Hari Kesaktian Pancasila, Minggu (1/10).

Sosialisasi kali ini dikemas dalam bentuk pagelaran wayang kulit yang menampilkan dalang Ki Mulayana dan Ki Hartanto Gunocarito dengan lakon "Mbangun Pasar Wiroto". Acara merupakan bentuk kerjasama Setjen MPR dengan Paguyuban Pedagang Pasar Induk Kabupaten Blora.

Pimpinan Badan Pengkajian MPR RI Bambang Sadono menjelaskan bahwa perwujudan dari Pasal 33 UUD NRI Tahun1945 yang menjadi dasar kekuatan ekonomi bangsa Indonesia saat ini harus segera diimplementasikan ke dalam perwujudan yang lebih kongret dan nyata.

"Untuk itu, kita sebagai bagian dari bangsa Indonesia perlu untuk membantu para pedagang kecil dalam upaya penguatan ekonomi kerakyatan yang lebih dirasakan besar manfaatnya bagi bangsa ini." jelasnya saat memberi sambutan di hadapan ratusan pedagang yang berbaur dengan masyarakat sekitar Pasar Induk Kabupaten Blora.

Bambang juga menjelaskan, sosialisasi Empat Pilar MPR RI ini sengaja menggunakan media seni budaya karena wayang adalah kesenian yang lengkap dan masyarakat yang mendengarkan tidak bosan.

"Pagelaran ini juga disiarkan secara langsung di LPPL Radio Gagak Rimang Blora secara Live dan Streaming,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Biro Humas Setjen MPR RI Siti Fauziah mengungkapkan bahwa sosialisasi melalui seni budaya wayang di Pasar Induk Blora ini adalah yang pertama dilaksanakan oleh MPR di tengah pasar dengan menampilkan dua dalang bersamaan. Ini merupakan salah satu dari berbagai metode yang dapat langsung menyentuh pada para pedagang maupun masyarakat.

"Sosialisasi melalui pentas seni budaya adalah salah satu bentuk apresiasi dan langkah konkret MPR RI dalam melestarikan warisan budaya, khususnya seni budaya wayang kulit yang sudah hampir punah ini untuk kembali menjadi kekayaan intelektual bangsa Indonesia dan pelestarian budaya yang dilakukan dari kalangan keluarganya sendiri," ujar Siti Fauziah. [ian]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA