Hal itu sebagaimana diutarakan Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid saat membuka Sosialisasi Empat Pilar MPR yang diselenggarakan atas kerjasama MPR dan Pondok Pesantren Mathla'ul Anwar di Wisma Perdamaian Jawa Tengah, Jalan Imam Bonjol 29, Semarang, Jawa Tengah, Senin (25/9).
Selain kerjasama dengan berbagai pihak, sejumlah metode juga dipakai MPR dalam melaksanakan sosialisasi. Mulai dari Training of Trainer, outbond, kemah sosialisasi, hingga cerdas cermat empat pilar.
"Hasilnya sungguh menakjubkan. Banyak anak SMA yang hafal konstitusi, dalam persiapan mereka mengikuti lomba. Padahal jumlah pasal dalam UUD NRI sangat banyak," jelas pria yang akrab disapa HNW itu.
Politisi PKS ini menilai, bukan tidak mungkin pada suatu saat nanti MPR juga akan menggunakan metode tahfidz konstitusi atau penghapal konstitusi layaknya tahfidz Alquran dan tahfidz Hadist.
"Nantinya, istilah tahfidz konstitusi akan diberikan kepada mereka yang hafal isi UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945," terangnya.
Acara ini ini turut hadir oleh Ketua DPW Mathla'ul Anwar Provinsi Jawa Tengah Sumanto dan sekjen Pimpinan Pusat Mathla'ul Anwar Oke Setiadi.
[ian]
BERITA TERKAIT: