Rektor UIN Raden Patah, Muhammad Sirozi menjelaskan bahwa Pancasila merupakan hasil kesepatan dari para pemimpin bangsa ini. Mereka menyadari bahwa Pancasila merupakan sendi-sendi kehidupan bangsa.
Untuk itu, kepada para mahasiswa yang hadir sebagai peserta sosialisasi, Sirozi mengajak untuk tidak mengobok-obok Pancasila. Karena jika sampai Pancasila diobok-obok, maka sendi-sendi kehidupan bangsa ini juga akan terganggu.
"Oleh karena itu, kalau ada yang mengganggu maka kita harus berada di depan," ajak Sirozi saat Sosialisasi Empat Pilar MPR dengan metode outbound di Ballroom Hotel Grand Zuri Kota Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (15/8) sore.
Itulah sebabnya, dia menganggap Sosialisasi Empat Pilar sebagai hal yang harus serius dilakukan. Dia berharap para mahasiswa mengikuti sosialisasi ini dengan serius juga. Sehingga bisa benar-benar menghayati dan menerapkan Empat Pilar MPR dalam kehindupan sehari-hari.
"Mudah-mudahan para mahasiswa bisa menyerap urgensi dan substansi dari Empat Pilar ini, baik masa sekarang maupun masa depan," ujar Sirozi.
Peserta Sosialisasi Empat Pilar metode outbound ini adalah pengurus badan kemahasiswa di kampus masing-masing. Peserta terbanyak dari UIN Raden Patah, yaitu 19 orang mahasiswa, sementara peserta dari perguruan tinggi lainnya berkisar tiga atau empat mahasiswa. Mereka mengikuti kegiatan ini selama empat hari.
Pembukaan Sosialisasi Empat Pilar ini hadir oleh anggota MPR yang juga pemateri, yaitu Hardisoesilo (Fraksi Golkar), Khatibul Umam Wiranu (Fraksi Demokrat), Irgan Chairul Mahfiz (Fraksi PPP), dan Baiq Diyah Ratu Ganefi (Kelompok DPD).
Selain itu, hadir pula para pimpinan perguruan tinggi di Sumatera Selatan dan Asisten III Pemda Provinsi Sumatera Selatan Imam Susilo yang mewakili Gubernur Sumatera Selatan.
[ian]
BERITA TERKAIT: