Pengamat intelijen dan geopolitik, Amir Hamzah membandingkan potensi langkah tersebut dengan model penertiban yang pernah dilakukan di negara seperti China dan Iran, di mana pemerintah melakukan penindakan tegas terhadap elite yang dianggap menyimpang.
“Kalau Presiden Prabowo serius, maka pembersihan itu akan menyasar elite politik, birokrasi, hingga jaringan ekonomi yang selama ini bermain di belakang layar,” ujar Amir dalam keterangannya, dikutip Selasa 7 April 2026.
Amir juga menyinggung kemungkinan adanya kasus-kasus besar yang berpotensi terbongkar, termasuk yang berkaitan dengan sektor strategis seperti pertahanan.
Ia bahkan mengaitkan hal tersebut dengan warisan kebijakan era Joko Widodo, meski tanpa merinci lebih jauh.
Dalam analisisnya, Amir menekankan pentingnya kewaspadaan Prabowo terhadap ancaman dari dalam.
Ia menyebut adanya potensi “gunting dalam lipatan” di lingkaran Istana, yakni pihak-pihak yang secara formal berada di lingkar pemerintahan namun memiliki agenda berbeda.
“Presiden harus menertibkan orang-orang di dalam istana. Bisa jadi mereka adalah teman lama, tapi punya kepentingan yang bertentangan,” kata Amir.
Ia mengingatkan bahwa dalam sejarah politik dan militer Indonesia, ancaman internal sering kali lebih berbahaya dibanding ancaman eksternal.
BERITA TERKAIT: