"Kan kalau normal muktamar PPP tahun 2021," ujar Wakil Sekjen PPP, Achmad Baidowi di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Minggu (15/12).
Awi -karib disapa- menjelaskan, alasan mengapa Muktamar baru digelar setelah Pilkada, karena untuk menjaga soliditas dalam mempersiapkan calon kepala daerah yang akan diusung.
"Supaya tidak menggangu proses konsolidasi organisasi khususnya di tingkat daerah maupun provinsi yang khususnya sedang Pilkada," jelasnya.
Belaknagan, santer beredar kabar bahwa PPP akan menggelar "Muktamar Islah". Yakni, Muktamar pemersatu PPP yang selama ini terpecah dua.
Ditegaskan Awi, istilah Muktamar Islah tidak pernah ada. Pasalnya, semua pihak yang selama ini berselisih sudah menyatu dalam forum Mukernas V yang berlangsung kemarin.
"Kemarin rekan-rekan media sudah lihat semua bahwa pihak-pihak yang mengatasnamakan Muktamar PPP yang lain hadir di Mukernas ini," tukasnya.
BERITA TERKAIT: