Capaian tersebut terungkap dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang digelar di Jakarta, Senin, 15 Juni 2026.
Komisaris Utama PTK, Subagjo Hari Moeljanto menilai perseroan mampu mempertahankan pertumbuhan di tengah tantangan industri logistik maritim dan dinamika sektor energi, baik nasional maupun global.
"PTK mampu mencapai pertumbuhan positif di tengah tantangan industri logistik maritim dan dinamika sektor energi nasional maupun global. Dewan Komisaris menilai PTK berhasil menjaga keseimbangan antara pertumbuhan usaha, peningkatan profitabilitas, pengelolaan risiko, serta implementasi tata kelola perusahaan yang baik," ujar Subagjo.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama PTK, Eko Cahyadi mengatakan, perseroan membukukan pendapatan usaha sebesar Rp8,4 triliun sepanjang 2025.
Sejalan dengan peningkatan pendapatan dan efisiensi operasional, PTK berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp1,321 triliun.
"Pertumbuhan keuangan ini sejalan dengan peningkatan pendapatan, terutama dari kegiatan layanan marine, keagenan, serta upaya peningkatan pendapatan melalui penambahan bisnis baru," kata Eko.
Menurutnya, kinerja keuangan tersebut ditopang oleh operasional yang solid. PTK berhasil menjaga keandalan 370 armada yang menghasilkan fleet commercial days sebesar 358,52 hari.
Selain itu, perusahaan mencatat commission days mencapai 120.118 hari dan commercial days sebesar 119.390 hari.
"Capaian hari kerja efektif ini mencerminkan komitmen PTK dalam menjaga setiap armada berada dalam kondisi siap layar dengan standar keamanan yang prima. Capaian ini memberikan jaminan ketersediaan armada yang tinggi, efisiensi waktu, serta layanan operasional yang maksimal bagi pemangku kepentingan dalam jangka panjang," jelasnya.
Dari sisi tata kelola perusahaan, PTK juga mencatat peningkatan kinerja dengan meraih skor
assessment Good Corporate Governance (GCG) sebesar 89,46 atau masuk kategori sangat baik.
Pencapaian itu ditopang oleh penguatan sistem pengendalian internal, fungsi audit internal, peningkatan kepatuhan dan budaya integritas, penguatan manajemen risiko, hingga implementasi
Anti-Bribery Management System.
PTK juga berhasil mempertahankan catatan
zero fatality dan
zero oil spill sepanjang tahun buku 2025.
Di bidang keberlanjutan, perusahaan menjalankan sejumlah program seperti
green port, green building, serta tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) melalui penanaman mangrove, pemberdayaan masyarakat pesisir, hingga pengelolaan lingkungan operasional yang berkelanjutan.
"Hal ini menunjukkan komitmen kuat seluruh insan PTK dalam membangun budaya keselamatan kerja, keamanan operasi, dan perlindungan lingkungan yang berkelanjutan," ujar Eko.
Menghadapi 2026, PTK akan terus memperkuat daya saing usaha dengan mengedepankan aspek keamanan, keselamatan, dan
operational excellence. Perseroan juga berkomitmen mendorong inovasi teknologi
low carbon energy di sektor perkapalan serta digitalisasi berbagai proses bisnis.
"PTK senantiasa menghadirkan layanan maritim yang profesional, unggul, dan berdaya saing guna mendukung keberlanjutan bisnis serta ketahanan energi nasional," pungkas Eko.
BERITA TERKAIT: