Rais Aam PBNU Puji Kerukunan Antar Umat Di Sulut

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widian-vebriyanto-1'>WIDIAN VEBRIYANTO</a>
LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO
  • Sabtu, 19 Agustus 2017, 00:46 WIB
Rais Aam PBNU Puji Kerukunan Antar Umat Di Sulut
RMOL
rmol news logo Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Maruf Amin mengapresiasi kinerja Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey yang mampu menjaga hubungan baik antarumat beragama di wilayahnya.

Apresiasi tersebut disampaikan Kiai Maruf dalam forum silaturahim tokoh lintas agama dengan Gubernur Olly di rumah dinas Gubernur Sulut, Kota Manado, Jumat malam (18/8).

"Kerukunan antar umat beragama di Sulawesi Utara saya kira sudah berjalan sangat baik. Ini semua berkat Pak Gubernur dan para tokoh lintas agama yang selalu berusaha menjaga atau menciptakan kerukunan beragama di sini," puji ketua umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu.

Menurut cicit Syekh KH Nawawi Al-Bantani ini, kerukunan umat beragama tidak bisa dilepaskan dari keberadaan Pancasila. Karenanya, Kiai Ma'ruf menganggap bahwa Pancasila sudah tepat dan mengimbau kepada publik untuk tidak lagi mempersoalkan Pancasila.

"Para pendiri bangsa sudah sepakat menggunakan Pancasila sebagai falsafah kebangsaan kita. Dan terbukti dengan Pancasila kerukunan bangsa yang majemuk ini bisa terjaga. Jadi jangan dipersoalkan lagi Pancasila," tutur Kiai Maruf.

Kiai Maruf juga meminta kepada para ulama dan tokoh lintas agama yang hadir untuk tidak memberi ruang bagi perkembangan kelompok radikal. Menurutnya, kehadiran kelompok radikal merupakan ancaman bagi kerukunan berbangsa dan bernegara.

"Kalau diberi ruang, kelompok radikal akan jadi ancaman. Sebaiknya jangan diberi ruang," pintanya.

Dalam kesempatan itu, tokoh Konghucu Sofyan Yosadi juga mengakui kerukunan antar umat beragama di Sulut tercipta dengan baik. Dia turut menyampaikn rasa terima kasih kepada para tokoh NU, khususnya Abdurahman Wahid yang berhasil memperjuangan tempat bagi umat Konghucu.

"Di Sulawesi Utara, kami (Konghucu) juga merasa terlindungi. Semoga di daerah lain juga," ujar Sofyan.

Sementara itu, Pendeta Flore Monigirlaoh mengungkapkan, kerukunan umat beragama di Sulut bisa terjaga, karena memegang motto,'kita semua adalah saudara'.

"Motto itu yang kami pegang teguh sehingga kerukunan umat beragama bisa terjaga di sini," katanya.

Umat kristen yang notabene kelompok mayoritas di Sulut juga mengedepankan toleransi yang tinggi. Bahkan, kata Pendeta Flore, ada perkampungan muslim yang berada persis di depan gereja.

"Komunikasi kami dengan para ulama, habaib di sini juga sangat baik," ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Sekjen Majelis Dzikir Hubbul Wathon Hery Haryanto Azumi juga mengapresiasi pertemuan tokoh lintas agama dengan Gubernur Sulut. Menurut Hery, Sulut akan menjadi contoh daerah lain bagaimana menjaga kerukunan antarumat beragama.

"Jika semua daerah bisa seperti ini, saya yakin kerukunan umat beragama akan tercipta dengan baik. Misalnya di Aceh yang mayoritas muslim memberikan ruang toleransi kepada yang minoritas," pungkas wasekjen PBNU tersebut. [wah] ‎

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA