Gus Salam bersama sejumlah masyayikh dari Pondok Pesantren Al-Falah Ploso dan Lirboyo Kediri bertemu dengan jajaran PWNU dan PCNU se-Bengkulu. Kegiatan diawali dengan silaturahmi bersama Katib PWNU Bengkulu KH Aly Shodiq, lalu dilanjutkan pertemuan dengan Rais PWNU Bengkulu KH Hasbullah Achmad dan Ketua PWNU Bengkulu Prof. Dr. KH Khairudin Wahid, M.Ag.
Menurutnya Bengkulu dikenal sebagai daerah yang menjunjung tinggi nilai toleransi, kebersamaan, dan gotong royong. Semangat persaudaraan yang kuat tersebut menjadi salah satu alasan Gus Salam ingin melihat lebih dekat peran Nahdlatul Ulama yang telah hadir dan berbaur dengan masyarakat Bengkulu selama puluhan tahun. Gus Salam ingin memahami kontribusi NU dalam menjaga harmoni sosial sekaligus mendukung pembangunan daerah.
“Alhamdulillah, setelah dari Makasar kemarin, salat Jumat disana dan menikmati Coto Makasar, saat ini saya ingin merasakan nikmatnya lauk pendap dan kue lepek binti, khas Bengkulu,” kata Gus Salam, Senin, 8 Juni 2026.
“Tadi sudah dijamu makan KH Ali Shodiq Ahmad, Katib PWNU, di kediaman beliau. Luar biasa, kehormatan bagi kami bisa makan bersama keluarga beliau di pesantren Hidayatul Qomariyah,” tambahnya.
Dalam forum silaturahmi tersebut, Gus Salam menyampaikan apresiasi atas semangat dan dedikasi para pengurus NU di Bengkulu. Menurutnya, kehadiran peserta dari daerah yang jauh seperti PCNU Mukomuko menjadi bukti besarnya komitmen dan pengorbanan para pengurus dalam mengabdi untuk jam'iyah Nahdlatul Ulama.
“Kekompakan dan soliditas pengurus NU dari PWNU dan PCNU se-Bengkulu, bisa menjadi inspirasi sekaligus teladan bagi PBNU dan PWNU lain dalam mengelola organisasi,” ujar Gus Salam.
Gus Salam menilai semangat dan komitmen warga NU di Bengkulu dalam melayani nahdliyin dan masyarakat sangat kuat. Menurutnya, potensi tersebut semakin didukung oleh posisi geografis Bengkulu yang berada di kawasan Bukit Barisan dan pesisir Samudera Hindia, sehingga memiliki sumber daya alam dan peluang ekonomi yang besar untuk dikembangkan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Jadi, kemajuan NU di Bengkulu membutuhkan keseriusan PBNU untuk memfasilitasi, mendampingi dan menguatkan seluruh inisiatif pengkhidmatan pengurus jam’iyyah kepada masyarakat berbasis kearifan dan potensi lokal,” jelasnya.
**Dalam forum tersebut, sejumlah pengurus PCNU menyampaikan pandangan dan masukan terkait dinamika organisasi NU. Mereka berharap PBNU ke depan dipimpin oleh sosok yang benar-benar fokus dan total dalam berkhidmah, serta memiliki komitmen kuat untuk membesarkan jam'iyah dan melayani warga nahdliyin.**
Beberapa peserta juga menyampaikan kritik terhadap sejumlah kebijakan organisasi. Ketua PCNU Rejang Lebong, Dr. KH Mabrursyah, menyoroti banyaknya kepengurusan karteker yang dibentuk PBNU. Menurutnya, kondisi tersebut kurang kondusif bagi kehidupan organisasi dan dapat membatasi ruang partisipasi serta kritik dari warga NU.
Sementara itu, Dr. KH Syafrullah dari PCNU Kepahiang menilai NU membutuhkan pemimpin yang tulus mengabdi dan mengutamakan kemaslahatan umat. Ia berharap kepemimpinan PBNU ke depan tidak terjebak pada kepentingan pragmatis, melainkan fokus memperkuat peran NU di tengah masyarakat.
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Gus Salam mengaku memahami harapan dan kegelisahan yang disampaikan para pengurus NU di Bengkulu. Menurutnya, aspirasi serupa juga banyak ditemui dari warga nahdliyin di berbagai daerah yang menginginkan NU semakin kuat, teduh, dan berorientasi pada pengabdian kepada umat.
“Karenanya, kekompakan dan soliditas NU Bengkulu, bisa menjadi pelopor. Dari Bengkulu untuk PBNU baru yang solid, berintegritas dan tulus melayani demi kemashlahatan umat, masyarakat dan bernegara-bangsa,” pungkas Gus Salam.
BERITA TERKAIT: