Kontraktor Keluhkan Kenaikan Biaya Proyek Imbas Rupiah Melemah

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/sarah-alifia-suryadi-1'>SARAH ALIFIA SURYADI</a>
LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI
  • Kamis, 11 Juni 2026, 19:32 WIB
Kontraktor Keluhkan Kenaikan Biaya Proyek Imbas Rupiah Melemah
Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo. (RMOL/Sarah Alifia Suryadi
rmol news logo Pelemahan nilai tukar rupiah mulai berdampak pada sektor konstruksi. Sejumlah kontraktor disebut telah menyampaikan keluhan terkait kenaikan biaya proyek akibat lonjakan harga bahan bangunan dan biaya produksi.

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengakui pelemahan rupiah di kisaran Rp18.000 per dolar AS membuat harga berbagai kebutuhan konstruksi ikut meningkat.

"Iya lah, pastilah. Semuanya naik, tenaga naik, semen naik, aspal naik, besi naik," kata Dody di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis 11 Juni 2026.

Meski demikian, Dody memastikan pemerintah telah mengambil langkah untuk mengantisipasi dampak kenaikan biaya tersebut terhadap pelaksanaan proyek infrastruktur.

Menurutnya, Kementerian PU telah berkoordinasi dengan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) guna mencari solusi atas penyesuaian harga yang dikeluhkan kontraktor.

Selain itu, Kementerian PU juga memiliki ruang untuk melakukan penyesuaian Harga Perkiraan Sendiri (HPS), meski tetap harus melalui sejumlah tahapan dan kajian.

Namun sejauh ini, Dody menegaskan belum ada dampak signifikan terhadap proyek-proyek pemerintah yang sedang berjalan.

"Masih berjalan biasa aja," pungkas Dody.rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA