"Bagaimana kita memperbaiki beberapa sistem. Tadi akhirnya terbicarakan kenapa politik mahal. Kenapa kemudian, apa kita tidak bisa mencarikan mekanisme yang bagus. Bagaimana transparansi harus diciptakan," ujar Ganjar usai diskusi tersebu di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Kamis (12/9). Selain Ganjar, pembicara lain dalam forum group discussion KPK terkait korupsi politik itu adalah; Guru Besar Andalas Sadli Isra dan Menko Perekonomian era Gus Dur, Rizal Ramli.
Jelas Gubernur Jateng yang baru dilantik 23 Agustus ini, dalam diskusi tersebut ia memberikan saran untuk menghemat biaya kampanye. Menurutnya, dengan pemasangan atribut kampanye hanya ditempat-tempat tertentu dapat memangkas biaya kampanye tersebut.
Saran lainnya adalah dengan cara melakukan debat terbuka antara calon. Selain meminimalisasi anggaran kampanye, debat terbuka sendiri bersifat edukatif bagi masyarakat.
Politisi PDIP ini juga menekankan kampanye tidak harus mahal. Hal itu dicontohkan melalui kampanye yang dilakukannya saat mencalonkan diri menjadi Gubernur Jawa Tengah beberapa waktu lalu. "Waktu saya diperintahkan partai untuk maju jadi gubernur, murah (biaya kampanye) saya. Lebih mahal waktu saya jadi caleg 2009 dan dengan itu rakyat bisa tergerak," ujar Ganjar.
"Saya pake metode lain,
mboten (tidak) korupsi. Mereka mau melakukan itu dan itu menurut mereka sesuatu yang harus dibela," tambah mantan Wakil Ketua Komisi II DPR RI itu.
Meskipun demikian, Ganjar mengaku bahwa saat ini baik ideologi parpol yang ada diparlemen saat ini memang sedang melakukan pembenaran sistem untuk menghindari korupsi.
"Saya kira mereka berusaha. Tapi saya kira dayanya tidak terlalu kuat untuk melawan interest pribadi yang tersembunyi. Karena hanya ada di hati mereka. Dalam hati mana ada yang tahu," ujar Ganjar sebelum meninggalkan gedung pimpinan Abraham Samad Cs itu.
[rus]
BERITA TERKAIT: