Uskup Agung Siprus, Chrysostomos, pun berupaya menghibur para tentara penjaga nasional di sepanjang pos-pos garis hijau dan membagikan hadiah Natal.
Ini adalah bagian dari turnya pada Kamis (17/12) untuk mengunjungi tentara selama liburan, seperti dikutip dari
GCT, Jumat (18/12).
Uskup agung memberikan power bank 12.000 MAh untuk setiap tentara, juga televisi dan pemanas untuk pos tersebut.
Paduan suara tentara terdengar mengiringi kedatangan Uskup dengan himne dan lagu-lagu pujian. Yang paling menyentuh adalah penampilan lagu-lagu patriotik, yang mengingatkan semua orang yang hadir pada saat-saat sedih invasi Turki.
Uskup mengucapkan selamat Natal kepada kaum muda wajib militer Siprus dan menekankan bahwa kunjungan singkat mereka di Garda Nasional tidak membuang-buang waktu yang berguna, tetapi sebaliknya, dinas militer menawarkan pendidikan dan pelatihan yang layak kepada kaum muda untuk menghadapi kesulitan masyarakat.
“Saya bertugas sebagai tentara di pasukan yang lebih sulit, yaitu monastisisme. Dan saat-saat ketika saya masih menjadi biksu percobaan, sangat sulit. Kamudian saat menjadi kepala Biara, bahkan lebih sulit. Tapi sekarang saya berterima kasih dan memberkati mereka. Karena mereka mengajari saya bagaimana menghadapi kesulitan hidup," kata Uskup dalam sambutannya di depan para tentara.
Ketua pengawal nasional Demokritos Zervakis dan kepala pencerahan agama di Pengawal Nasional Konstantinos Christodoulou terlihat menemani kunjunan Uskup.
"Garis Hijau" memisahkan Siprus menjadi dua wilayah, Republik Siprus dan Siprus Utara yang diduduki secara ilegal. Garis Hijau ini juga disebut Zona penyangga.
Garis Hijau atau Zona Penyangga Perserikatan Bangsa-Bangsa di Siprus adalah zona demiliterisasi yang dijaga oleh Pasukan Penjaga Perdamaian PBB di Siprus.
Zona ini didirikan pada tahun 1964 dan diperpanjang pada tahun 1974 setelah invasi Turki ke Siprus dan disepakatinya gencatan senjata 16 Agustus 1974.
BERITA TERKAIT: