Dalam pengarahan tertutup kepada parlemen, NIS menyampaikan bahwa kesimpulan tersebut bersumber dari data yang dihimpun secara sistematis.
“Laporan tersebut digambarkan sebagai informasi intelijen kredibel yang dikumpulkan oleh lembaga tersebut,” ujar para anggota parlemen yang mengikuti briefing tersebut, seperti dikutip dari
Reuters, Senin, 6 April 2026
Sosok yang dimaksud adalah Kim Ju-ae, yang diyakini masih berusia belasan tahun. Ia belakangan semakin sering tampil dalam berbagai kegiatan strategis, khususnya yang berkaitan dengan militer.
Penampilan terbarunya mengendarai tank dinilai sebagai simbol kuat untuk menunjukkan kapasitas kepemimpinan sekaligus meredam keraguan terhadap figur perempuan sebagai pewaris rezim.
Media pemerintah Korea Utara (KCNA), sebelumnya juga mempublikasikan rangkaian foto yang memperlihatkan Ju-ae menggunakan senapan hingga pistol.
Kemunculan dokumentasi tersebut disebut sebagai bagian dari pola pembentukan citra, meniru langkah Kim Jong-un saat dipersiapkan menggantikan ayahnya pada awal dekade 2010-an.
Lebih jauh, kehadiran Ju-ae yang konsisten dalam acara-acara pertahanan dinilai sebagai upaya sistematis untuk membangun narasi suksesi di internal elite Korea Utara.
Sejumlah legislator Korea Selatan bahkan menyebut ia telah diperlakukan sebagai figur nomor dua secara de facto dalam struktur kekuasaan saat ini.
Di sisi lain, spekulasi mengenai potensi ketegangan internal, termasuk dugaan ketidakpuasan adik Kim, Kim Yo-jong, ditepis oleh NIS.
Lembaga tersebut menilai Kim Yo-jong tidak memiliki basis kekuasaan independen yang dapat menandingi posisi yang tengah dibangun untuk Ju-ae.
BERITA TERKAIT: