Seruan tersebut disampaikan dalam upacara Paskah pertamanya sebagai paus di Vatikan, saat dunia dibayangi perang yang terus meluas, khususnya di kawasan Timur Tengah.
Dalam pesan Urbi et Orbi yang disampaikan di Lapangan Santo Petrus, Paus menyoroti kecenderungan berbahaya masyarakat global yang mulai terbiasa dengan kekerasan.
"Kita semakin terbiasa dengan kekerasan, pasrah menerimanya, dan menjadi acuh tak acuh. Acuh tak acuh terhadap kematian ribuan orang," ujarnya, seperti dikutip dari
AFP, Senin, 6 April 2026.
Karena itu, ia menyerukan kepada para pihak yang kini terjerat dalam konflik untuk menghentikan kekerasan dan mengambil keputusan berani menuju perdamaian.
"Mereka yang memiliki kekuatan untuk melancarkan perang untuk memilih perdamaian," tegasnya.
Ia pun mengajak umat Katolik di seluruh dunia untuk bersatu dalam doa, termasuk melalui rencana doa bersama di Vatikan pada 11 April mendatang.
Di Yerusalem, suasana Paskah berlangsung dalam bayang-bayang konflik. Akses menuju Gereja Makam Kudus dibatasi ketat oleh otoritas Israel, membuat kawasan Kota Tua nyaris lengang.
Dampak konflik turut meluas ke berbagai wilayah lain di Timur Tengah. Di Lebanon selatan, komunitas Kristen terjebak di tengah baku tembak antara Israel dan Hizbullah, sementara di sejumlah kota seperti Dubai dan Damaskus, pembatasan kegiatan keagamaan diberlakukan demi alasan keamanan.
BERITA TERKAIT: