“Mudah-mudahan ini bisa menjadi contoh modernisasi pasar tradisional yang diinginkan kita semua, terutama masyarakat Jakarta,” kata Wakil Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta, Wahyu Dewanto, dikutip Selasa 7 April 2026.
Menurut Wahyu, konsep pasar modern tidak harus identik dengan bangunan mewah, melainkan lebih menekankan pada kenyamanan, keamanan, serta kelengkapan fasilitas bagi pengunjung.
“Pasar yang nyaman dan aman untuk berbelanja, dengan fasilitas yang lengkap dan berfungsi dengan baik. Itu yang terpenting,” kata politisi Partai Gerindra ini.
Wahyu juga mengingatkan, modernisasi pasar tidak cukup hanya melalui perbaikan fisik bangunan. Diperlukan komitmen bersama antara pengelola dan pedagang untuk menciptakan lingkungan pasar yang tertib, bersih, dan nyaman.
“Komitmen ini bisa dimulai dari hal sederhana, seperti merapikan lapak, menjaga kebersihan, dan menciptakan kenyamanan di lingkungan pasar,” kata Wahyu.
Selain itu, ia mendorong penerapan sistem transaksi nontunai guna meningkatkan keamanan dan efisiensi dalam aktivitas perdagangan di pasar tradisional.
“Mudah-mudahan perubahan pasar tradisional di Jakarta bisa segera terwujud seiring dengan proses rehabilitasi fisik yang dilakukan secara bertahap,” pungkas Wahyu.
Sebagai informasi, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung melakukan peletakan batu pertama atau groundbreaking revitalisasi Pasar Gardu Asem di Jakarta Pusat dan Pasar Kramat Jaya di Jakarta Utara. Groundbreaking revitalisasi ini dilakukan di Pasar Gardu Asem, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin 6 April 2026.
BERITA TERKAIT: