Soal Beban Legitimasi, Halimah Yakob Bisa Tiru Nathan Yang Sama-sama Menang WO

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widian-vebriyanto-1'>WIDIAN VEBRIYANTO</a>
LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO
  • Selasa, 12 September 2017, 14:59 WIB
Soal Beban Legitimasi, Halimah Yakob Bisa Tiru Nathan Yang Sama-sama Menang WO
Halimah Yakob/Net
rmol news logo Halimah Yakob secara resmi akan diumumkan sebagai Presiden Singapura menggantikan Tony Tan yang telah enam tahun menjabat, besok (Rabu, 13/9).

Namun demikian, keterpilihan tanpa melalui proses pemilihan umum menjadi beban tersendiri bagi wanita berdarah India dan Melayu itu. Tanpa adanya legitimasi rakyat Singapura dalam pemilu, dikuatirkan kepemimpinan Halimah akan rapuh.

"Halimah saat terpilih harus menanggung beban keraguan tentang legitimasintya. Ini tidak adil, tapi persepsi ini pasti ada," ujar pengamat hukum dari Universitas Manajemen Singapura, Eugene Tan seperti diberitakan Straits Times, Selasa (12/9).

Pengamat lain, Dr Norshahril meminta agar Halimah mencontoh kepemimpinan Presiden Sellapan Rama Nathan yang juga menang WO dan memimpin Singapura pada 1999 hingga 2005. Wanita berusia 63 tahun itu harus bisa menyentuh hati dan pikiran rakyat Singapura agar bisa dikenang seperti Nathan.

"Dia bisa seperti Nathan, yang menang dalam WO tapi dikenang sebagai presiden rakyat," urainya. [ian]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA