Langkah ini merupakan bagian dari upaya penataan pasar rakyat agar lebih modern, tertata, serta mampu menjadi penggerak ekonomi sekaligus ruang interaksi sosial masyarakat.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menegaskan bahwa pasar tradisional memiliki peran strategis dalam kehidupan warga Jakarta.
“Jakarta akan terus merapikan pasar-pasar tradisional. Dari total 153 pasar, saat ini lebih dari 60 pasar sudah menerapkan sistem pembayaran digital secara penuh," kata Pramono di Pasar Gardu Asem, Senin 6 April 2026.
Revitalisasi Pasar Gardu Asem yang berlokasi di Kemayoran dilakukan di atas lahan seluas 1.735 meter persegi. Saat ini terdapat 79 pedagang eksisting yang direlokasi sementara ke Pasar Nangka Bungur selama proses pembangunan. Ke depan, pasar ini akan memiliki kapasitas 80 kios dan 128 los untuk menampung 208 pedagang.
Sementara itu, Pasar Kramat Jaya di Cilincing merupakan pasar yang dibangun di lahan baru seluas 2.617 meter persegi. Pasar ini akan dilengkapi dengan 49 kios serta fasilitas olahraga di lantai dua, sehingga dapat menjadi ruang publik yang lebih fungsional bagi masyarakat sekitar.
Direktur Utama Perumda Pasar Jaya, Agus Himawan, menjelaskan bahwa kedua pasar ini dilengkapi fasilitas lengkap, seperti musala, toilet umum dan toilet disabilitas, jaringan air PAM Jaya, ruang genset, ruang laktasi, area parkir mobil dan motor, hydrant, panel surya, fasilitas cctv, tempat pembuangan sampah sementara, hingga sarana olahraga. Revitalisasi dua pasar tersebut ditargetkan rampung pada 2027.
“Pasar Gardu Asem ditargetkan rampung dalam waktu 11 bulan atau pada akhir Maret 2027. Sementara Pasar Kramat Jaya ditargetkan selesai dalam waktu delapan bulan atau pada akhir Januari 2027,” kata Agus.
BERITA TERKAIT: