Penghargaan tersebut diterima langsung CEO BAMED, dr Yassin Yanuar Mohammad, didampingi dr Abigail Audity dan dr Adhimukti. Penghargaan ini menegaskan posisi BAMED sebagai salah satu model layanan kesehatan berbasis
preventive medicine atau pencegahan penyakit di Asia.
Dalam praktiknya, BAMED mengedepankan deteksi dini serta pemantauan kesehatan secara berkelanjutan. Pendekatan ini memungkinkan pasien memahami risiko kesehatan sejak awal sehingga dapat mengambil langkah pencegahan sebelum kondisi berkembang menjadi penyakit yang lebih serius.
Sistem layanan yang diterapkan juga terintegrasi, mulai dari konsultasi, pemeriksaan hingga tindakan medis dalam satu alur pelayanan. Sejak berdiri pada 2010, BAMED berkembang menjadi jaringan klinik dengan sembilan cabang di Indonesia yang didukung lebih dari 100 dokter spesialis dan subspesialis.
Adapun layanan yang tersedia meliputi perawatan kulit dan rambut, obstetri dan ginekologi, andrologi, pediatri, nutrisi klinis, akupunktur medis, kedokteran gigi, layanan laktasi hingga praktik dokter umum.
Untuk menjaga kualitas pelayanan, BAMED menerapkan standar operasional prosedur dan protokol medis yang sama di seluruh cabang. Fasilitas serta teknologi medis juga disiapkan guna mendukung diagnosis yang cepat dan akurat.
“Di BAMED, kami percaya layanan kesehatan harus mengutamakan pencegahan, bukan hanya pengobatan. Tujuan kami adalah pasien datang sebelum sakit, bukan setelahnya,” ujar dr Yassin dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 27 Maret 2026.
Healthcare Asia Awards merupakan ajang penghargaan tingkat Asia yang menilai rumah sakit, klinik, serta institusi kesehatan berdasarkan inovasi layanan medis, kualitas pelayanan, efisiensi operasional, serta dampaknya bagi masyarakat.
Peserta ajang ini berasal dari berbagai negara di Asia, seperti Singapura, Malaysia, Indonesia, hingga Thailand.
BERITA TERKAIT: