Indeks Euro STOXX 50 menguat 0,2 persen ke level 6.544, sedangkan STOXX Europe 600 turun tipis ke 659. Di Jerman, DAX 40 melemah ke 26.292, tertekan saham otomotif seperti Volkswagen yang turun 1,3 persen dan Mercedes-Benz 1,5 persen.
FTSE 100 Inggris merosot lebih dari 0,5 persen akibat pelemahan saham pertambangan dan energi. Sementara CAC 40 Prancis terkoreksi 0,3 persen ke 8.651, seiring penurunan saham sektor barang mewah.
Kinerja korporasi menjadi penopang utama pasar. Saham perusahaan pembayaran Adyen melonjak 16,4 persen setelah menaikkan proyeksi pendapatan tahunan. Maersk melesat 9,4 persen setelah mencatat laba di atas ekspektasi, sedangkan produsen chip ASML menguat 2,7 persen seiring optimisme terhadap infrastruktur kecerdasan buatan (AI).
Di bursa Jerman, saham Continental naik 3 persen dan RWE menguat 2,5 persen, membantu meredam tekanan pasar.
Sebaliknya, pelemahan harga emas, perak, dan tembaga menekan saham pertambangan Inggris. Antofagasta anjlok 6 persen dan Rio Tinto turun 4,7 persen. Saham energi Shell dan BP masing-masing terkoreksi 1,2 persen dan 1,7 persen mengikuti penurunan harga minyak mentah.
Sentimen pasar juga dibayangi ketegangan Amerika Serikat dan Iran terkait jalur vital Selat Hormuz. Kenaikan harga energi memicu kekhawatiran inflasi zona euro kembali meningkat. Inflasi kawasan tersebut tercatat 2,9 persen pada bulan lalu, sehingga memunculkan spekulasi bahwa Bank Sentral Eropa (ECB) akan kembali menaikkan suku bunga acuan pada bulan depan.
BERITA TERKAIT: