Tekanan terutama datang dari sektor teknologi yang merosot 2,1 persen setelah muncul seruan dari sejumlah pemimpin perusahaan kecerdasan buatan (AI) agar pengembangan teknologi tersebut diperlambat. Kenaikan harga minyak dan imbal hasil obligasi global turut menekan sentimen investor.
Produsen chip asal Prancis, Soitec, menjadi saham dengan penurunan terbesar di STOXX 600 setelah anjlok 12,5 persen.
Pergerakan bursa utama Eropa berlangsung beragam. Indeks FTSE 100 Inggris justru menguat 0,44 persen atau 47,13 poin ke 10.697,57, sedangkan indeks Swiss naik 0,75 persen atau 103,27 poin ke 13.878,54.
Sebaliknya, indeks DAX Jerman turun 0,50 persen atau 127,75 poin ke 25.440,81, sementara CAC 40 Prancis melemah 0,76 persen atau 61,99 poin ke 8.117,78.
Selain teknologi, sektor pertambangan juga tertekan dengan penurunan 2,5 persen. Sektor energi turun 0,8 persen meski harga minyak mentah melonjak sekitar 2 persen. Sementara itu, sektor kesehatan menjadi salah satu penopang pasar dengan penguatan 2,7 persen.
Kenaikan harga minyak kembali memunculkan kekhawatiran inflasi di Eropa yang sangat bergantung pada impor energi. Kondisi tersebut juga mendorong imbal hasil obligasi pemerintah Jerman bertenor 10 tahun ke level tertinggi sejak pertengahan 2009, sehingga semakin membebani sentimen pasar.
BERITA TERKAIT: