Namun, laju positif tersebut tertahan oleh kenaikan imbal hasil obligasi serta ketidakpastian geopolitik yang memengaruhi pasar energi global.
Indeks acuan kawasan, Euro STOXX 50, tercatat naik 0,2 persen ke level 6.332, sementara STOXX 600 bertambah 0,3 persen menjadi 643,6. Penguatan ini terutama ditopang oleh saham-saham berbasis teknologi dan kecerdasan buatan (AI) yang mengekor tren positif di Amerika Utara.
Saham sektor perangkat keras seperti ASML, Infineon, dan Siemens Energy kompak menguat hingga 2,5 persen. Sementara itu, Prosus melonjak 4,6 persen di tengah optimisme sentimen aplikasi, dan Inditex bertambah 3 persen usai mendapatkan peningkatan rekomendasi dari pialang.
Sebaliknya, sektor perbankan dan asuransi mengalami tekanan akibat rebound imbal hasil utang di zona euro. Tekanan ini juga dipicu oleh eskalasi retorika politik terkait kawasan Timur Tengah yang mendorong kenaikan harga gas alam di sesi sore. Saham Allianz merosot 3,4 persen, AXA turun 2 persen, serta ING dan Deutsche Bank masing-masing melemah 1,5 persen.
Di kawasan, indeks DAX Jerman ditutup hampir tidak berubah di level 25.579 dalam sesi yang volatil. Pasar di Jerman dibayangi kehati-hatian investor akibat dinamika politik lokal menyusul hasil pemilu di Mecklenburg-Pomerania Barat.
Di tengah fluktuasi harga minyak mentah Brent yang stabil di kisaran 100 Dolar AS per barel, sejumlah saham berhasil mencetak kinerja positif seperti Zalando (3,7 persen), Lufthansa (3,3 persen), dan GEA Group (2,8 persen).
Di Prancis, CAC menguat 0,2 persen dan ditutup pada level 8.155. Penurunan biaya energi memberikan angin segar bagi pasar karena meredakan kekhawatiran tekanan inflasi. Saham barang mewah dan industri mendominasi zona hijau, dipimpin oleh lonjakan STMicroelectronics sebesar 4,4 persen dan kenaikan L'Oreal sebesar 1,5 persen.
Di Inggris, FTSE 100 London berbalik arah dan ditutup di zona merah setelah melalui sesi perdagangan yang volatil. Ketidakpastian pasokan energi di Selat Hormuz menekan sektor perbankan dan pertahanan, seperti HSBC yang turun 1,4 persen dan BAE Systems yang melemah 2,6 persen.
BERITA TERKAIT: