Gubernur BI Destry Damayanti merinci penguatan kredit terjadi di berbagai kelompok penggunaan. Kredit investasi menjadi penopang utama dengan pertumbuhan 25,11 persen (yoy), disusul kredit modal kerja sebesar 11,45 persen (yoy) dan kredit konsumsi 5,07 persen (yoy).
"Intermediasi perbankan kembali meningkat, disertai dengan ketahanan perbankan yang tetap terjaga," ujar Destry dalam konferensi pers Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI di Jakarta, dikutip Kamis, 24 September 2026.
Menurut Destry, peningkatan intermediasi perbankan tidak terlepas dari kebijakan makroprudensial yang longgar.
“Perkembangan positif intermediasi perbankan didukung oleh kebijakan makroprudensial longgar yang terus ditempuh Bank Indonesia melalui optimalisasi Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM),” tegas Destry.
Hingga minggu pertama September 2026, total insentif KLM yang diperoleh perbankan mencapai Rp461,2 triliun. Angka tersebut terdiri dari alokasi KLM financing channel sebesar Rp338,2 triliun dan KLM Pendalaman Pasar Uang (PPU) Rp123 triliun.
Di sisi lain, minat perbankan dalam menyalurkan kredit atau lending appetite masih terjaga. Kondisi tersebut turut ditopang pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang mencapai 10,94 persen (yoy).
Dari sisi ketahanan, kondisi industri perbankan juga masih kuat. Rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio(CAR) perbankan pada Juli 2026 tercatat tinggi sebesar 23,84 persen.
Sementara itu, rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) secara agregat tetap rendah, yakni 2,10 persen secara bruto dan 0,81 persen secara neto pada Juli 2026.
Adapun rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) tercatat stabil di level 23,04 persen pada Agustus 2026.
BI memperkirakan pertumbuhan kredit sepanjang 2026 tetap berada dalam kisaran 8-12 persen
“Ke depan, Bank Indonesia akan terus mengoptimalkan kebijakan makroprudensial yang akomodatif untuk mendorong pertumbuhan kredit/pembiayaan dalam rangka mendukung pertumbuhan ekonomi dengan tetap menjaga stabilitas sistem keuangan,” tandasnya.
BERITA TERKAIT: