Bursa Eropa Melesat Dipimpin Lonjakan Sektor Perbankan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/reni-erina-1'>RENI ERINA</a>
LAPORAN: RENI ERINA
  • Selasa, 22 September 2026, 07:08 WIB
Bursa Eropa Melesat Dipimpin Lonjakan Sektor Perbankan
Ilustrasi (Artificial Inteligence)
Kecil Besar
rmol news logo Bursa ekuitas Eropa melesat pada perdagangan awal pekan, didorong oleh kenaikan signifikan pada saham-sektor perbankan dan teknologi. 

Sementara itu, harga minyak mentah kembali merosot untuk sesi keempat berturut-turut, yang membantu meningkatkan sentimen risiko di pasar yang lebih luas.

Indeks pan-Eropa STOXX 600 ditutup melonjak 1,02 persen atau 6,48 poin menjadi 641,93, mencatatkan kenaikan harian terbesar sejak 2 Juli. Penguatan ini memberikan awal yang positif bagi pasar di tengah upaya investor menilai apakah penurunan harga minyak dapat meredakan tekanan inflasi setelah Bank Sentral Eropa (ECB) menaikkan suku bunga pada awal bulan ini.

Sektor perbankan menjadi salah satu motor penggerak dengan lompatan sebesar 1,7 persen. Saham Société Générale tercatat menguat 1,7 persen, sementara Banco BPM melambung hingga 4,3 persen di tengah spekulasi pasar mengenai langkah bersama antara UniCredit dan Crédit Agricole terhadap bank asal Italia tersebut.

Selain perbankan, sektor teknologi juga melesat 1,7 persen seiring kembali meningkatnya minat investor terhadap saham-saham yang berkaitan dengan kecerdasan buatan (AI), termasuk produsen cip seperti Soitec dan Aixtron.

Di bursa regional utama, pergerakan positif tercatat di berbagai negara. Di Jerman, indeks DAX  menguat 1,07 persen atau 270,95 poin menjadi 25.575,01. Investor mencermati hasil pemilihan negara bagian di wilayah timur laut di mana partai Alternative for Germany (AfD) memenangkan suara terbesar.

Di Inggris, indeks FTSE 100 bertambah 0,75 persen atau 79,88 poin menjadi 10.739,01. Sedangkan di Prancis, indeks CAC 40 meningkat 0,92 persen atau 73,92 poin ke posisi 8.138,94.

Dukungan utama saat ini murni berasal dari harga minyak yang lebih rendah serta kekuatan sektor teknologi untuk mengimbangi kekhawatiran geopolitik di Timur Tengah.

Sementara itu, sektor energi mengalami pelemahan 0,8 persen akibat kontrak berjangka minyak mentah Brent yang terus merosot di tengah indikasi pasokan kawasan Teluk yang lebih besar dari perkiraan. 

Di sisi lain, saham farmasi Novo Nordisk mengalami tekanan terberat pada indeks STOXX 600 dengan anjlok 7,7 persen, disusul oleh saham Ipsen yang merosot lebih dari 5 persen pasca-persetujuan versi generik obat andalan mereka oleh FDA. rmol news logo article


Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
EDITOR: RENI ERINA

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA