Melalui ajang Electricity Connect 2026 yang berlangsung di ICE BSD City, perseroan sukses meneken lima kerja sama strategis dengan estimasi nilai mencapai Rp3,3 triliun.
Rangkaian kesepakatan tersebut mencakup berbagai lini krusial, mulai dari proyek dedieselisasi terintegrasi berbasis Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan Battery Energy Storage System (BESS) Hibrida di daerah terpencil, modernisasi Gardu Induk Tegangan Tinggi yang mengutamakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), penguatan rantai pasok beserta alih teknologi komponen kelistrikan utama, perawatan generator dan motor listrik, hingga perluasan pasar global untuk layanan maintenance, repair, and overhaul (MRO) pembangkit di kawasan Asia-Pasifik.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, yang hadir membuka acara tersebut menegaskan bahwa komitmen Indonesia mencapai Net Zero Emissions (NZE) terus dikawal ketat sesuai arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, demi mewujudkan kemandirian energi nasional.
"Presiden Prabowo memerintahkan kepada kita bahwa Indonesia tetap akan konsisten untuk memenuhi target Net Zero Emissions kita di 2050 sampai dengan 2060. Caranya apa? Di RUPTL kita dorong (sekitar) 70 persen ada energi baru terbarukan dan kita menambah 100 gigawatt (GW) PLTS," ungkap Bahlil, dalam keterangan yang dikutip redaksi, Kamis 24 Septeember 2026.
Lebih lanjut, Bahlil memaparkan bahwa megasyek PLTS 100 GW ini diperkirakan menyedot investasi hingga Rp1.140 triliun, namun berpotensi mendatangkan penghematan tahunan sebesar Rp73,9 triliun. Program ambisius ini juga diproyeksikan mampu membuka 5,518 juta lapangan pekerjaan, menekan emisi gas rumah kaca hingga 140,16 juta ton CO2, serta mendongkrak nilai pasar karbon sampai Rp6,31 triliun.
Guna memastikan manfaat ekonomi dirasakan di dalam negeri, Bahlil mengingatkan pentingnya sinergi lintas sektor guna memprioritaskan penggunaan produk lokal dalam penyediaan komponen proyek.
"Untuk bisa kita melakukan ini, maka harus ada kolaborasi antara pemerintah, akademisi, pengusaha. Dan kita mengharapkan, untuk memenuhi semua kebutuhan daripada proyek ini, kita akan memprioritaskan bahan-bahan produksi dari dalam negeri. Kalau di dalam negerinya tidak cukup kita juga akan membuka peluang untuk melakukan impor, tapi betul-betul selektif. Kita tidak ingin pasar dalam negeri diisi oleh produk-produk yang dari luar kemudian mematikan produk dalam negeri," tegasnya.
Pandangan serupa disampaikan oleh Ketua Dewan Pengawas Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia (MKI) sekaligus Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo. Menurutnya, kedaulatan energi harus ditopang oleh keandalan infrastruktur kelistrikan yang bersih dan terjangkau guna mengakselerasi pertumbuhan industri dan ekonomi masyarakat.
"Sejalan dengan arahan Bapak Presiden Prabowo, Indonesia harus mandiri energi. Pengembangan infrastruktur kelistrikan menjadi momentumnya, apalagi kebutuhan listrik terus naik karena hilirisasi, pusat data, digitalisasi, dan elektrifikasi. Karena itu kami membangun satu sistem yang utuh, percepatan PLTS 100 GW, dukungan BESS, Green Enabling Super Grid, dan digitalisasi end-to-end. Dari sistem yang kuat ini, ketahanan dan kedaulatan energi Indonesia ditegakkan," tutur Darmawan.
Darmawan menilai bahwa forum Electricity Connect 2026 merupakan wadah pertemuan strategis yang mempertemukan arah kebijakan pemerintah, langkah taktis PLN, serta dukungan modal dan teknologi dari para investor global.
"Indonesia memiliki sumber daya dan permintaan. Dunia memiliki teknologi, keahlian, dan modal. Forum ini mempertemukan kekuatan itu agar kerja sama langsung menjadi program yang nyata. Hari ini sudah ada wujudnya. Kolaborasi-kolaborasi strategis berhasil disepakati hingga mencapai Rp3,3 triliun," jelasnya.
Pada akhir keterangannya, Darmawan optimis bahwa ekosistem kolaborasi ini akan memberikan multiplier effect nyata bagi perekonomian serta kesejahteraan masyarakat secara merata.
"Dari ekosistem ini lahir dampak yang terukur, investasi masuk, teknologi diadopsi, industri dalam negeri tumbuh, dan SDM semakin kuat. Ujungnya sesuai tujuan Bapak Presiden, lapangan kerja tercipta, kawasan bergerak, kemiskinan turun, dan kesejahteraan masyarakat lebih merata," tutup Darmawan.
BERITA TERKAIT: