Dalam surat pengunduran dirinya, Miran menyatakan akan meninggalkan kursinya di dewan bank sentral AS ketika atau sesaat sebelum Kevin Warsh resmi menjabat sebagai ketua baru The Fed.
“Ke depannya, saya antusias dengan perubahan yang mungkin dilakukan Ketua terpilih Kevin Warsh, terutama dalam kebijakan komunikasi, kebijakan neraca keuangan, dan menjaga agar Federal Reserve tetap fokus pada mandat utamanya serta tidak terlibat dalam isu politik dan budaya yang sensitif,” tulis Miran, dikutip dari CNBC International, Jumat 15 Mei 2026.
Miran juga menegaskan bahwa kebijakan moneter harus lebih berorientasi ke masa depan. Menurutnya, The Fed perlu memperhitungkan faktor non-moneter seperti perlambatan pertumbuhan penduduk, penurunan imigrasi, hingga deregulasi yang dinilai dapat membantu menekan inflasi.
Miran sebelumnya ditunjuk untuk mengisi sisa masa jabatan Adriana Kugler yang mundur pada Agustus 2025. Selama masa tugasnya yang singkat, ia dikenal sebagai salah satu anggota paling vokal di Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC), terutama dalam perdebatan soal arah suku bunga.
Dalam enam pertemuan FOMC yang ia hadiri, Miran selalu mengambil posisi berbeda dari mayoritas anggota. Pada 2025, ia menolak tiga keputusan pemangkasan suku bunga seperempat poin. Sementara pada tahun ini, ia kembali berbeda pendapat dengan memilih pemotongan suku bunga ketika mayoritas anggota memutuskan mempertahankan suku bunga tetap stabil.
Selain mendorong arah kebijakan suku bunga yang lebih longgar, Miran turut mendukung langkah The Fed dalam mengurangi hambatan regulasi bagi sektor perbankan. Ia juga memimpin kajian terkait upaya pengurangan neraca aset The Fed yang saat ini mencapai sekitar 6,7 triliun Dolar AS.
BERITA TERKAIT: