Wall Street Bergerak Lesu Saat Demam AI Mulai Kehilangan Tenaga

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/reni-erina-1'>RENI ERINA</a>
LAPORAN: RENI ERINA
  • Jumat, 05 Juni 2026, 08:41 WIB
Wall Street Bergerak Lesu Saat Demam AI Mulai Kehilangan Tenaga
Ilustrasi (RMOL/Reni Erina)
rmol news logo Bursa saham Amerika Serikat (AS) bergerak fluktuatif saat investor mencermati tanda-tanda melambatnya euforia kecerdasan buatan (AI) setelah laporan kinerja Broadcom mengecewakan pasar.

Pada penutupan perdagangan Kamis, 4 Juni 2026, waktu AS, indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 1,73 persen dan mencetak rekor penutupan tertinggi baru. Sementara S&P 500 naik 0,41 persen, sedangkan Nasdaq Composite yang didominasi saham teknologi justru turun tipis 0,09 persen.

Pergerakan tersebut dipengaruhi oleh pelemahan sektor teknologi, khususnya saham produsen chip. Saham Broadcom anjlok lebih dari 12 persen setelah hasil kinerjanya dinilai tidak memenuhi ekspektasi investor yang sebelumnya berharap permintaan chip AI akan terus melonjak. Dampaknya, indeks semikonduktor Philadelphia (SOX) turun 2,2 persen.

Meski saham teknologi melemah, kenaikan pada sektor kesehatan dan keuangan berhasil menopang pasar secara keseluruhan. Hal ini membantu S&P 500 berbalik menguat setelah sempat berada di zona merah pada awal perdagangan.

Di luar pasar saham, harga minyak dunia turun hampir 3 persen ke sekitar 95 Dolar AS per barel setelah adanya harapan meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Penurunan harga minyak turut membantu mengurangi kekhawatiran investor terhadap risiko inflasi dan tekanan ekonomi global.rmol news logo article
EDITOR: RENI ERINA

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA