Dikutip dari
CNBC International, indeks Kospi Korea Selatan merosot lebih dari 4 persen, menjadi penurunan terdalam di kawasan. Saham-saham teknologi berkapitalisasi besar menjadi penyebab utama tekanan pasar, dengan Samsung Electronics turun sekitar 6 persen dan SK Hynix anjlok hampir 8 persen. Sementara itu, indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq juga terkoreksi sekitar 2,4 persen.
Di Jepang, indeks Nikkei 225 turun sekitar 1,1 persen mengikuti pelemahan sektor teknologi global. Tekanan serupa juga terlihat di Australia, di mana indeks S&P/ASX 200 melemah sekitar 0,2 persen.
Pasar Hong Kong turut menunjukkan sentimen negatif. Kontrak berjangka Hang Seng diperdagangkan di bawah posisi penutupan sebelumnya, mengindikasikan pembukaan yang lebih lemah. Sementara itu, indeks Shanghai Composite di China bergerak relatif datar dengan penurunan tipis.
Pelemahan pasar Asia terjadi setelah saham-saham teknologi di Wall Street mengalami tekanan pada perdagangan sebelumnya. Aksi jual dipicu oleh anjloknya saham Broadcom lebih dari 12 persen setelah laporan keuangannya mengecewakan investor. Kondisi tersebut memicu pengurangan posisi pada saham-saham yang selama ini menjadi motor reli AI global.
Selain faktor teknologi, investor juga masih mewaspadai ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah. Beragam sinyal dari proses negosiasi untuk mengakhiri konflik membuat pelaku pasar cenderung berhati-hati, terutama karena ketegangan tersebut telah mendorong kenaikan harga energi dan meningkatkan risiko terhadap perekonomian global.
BERITA TERKAIT: