Indeks Dolar AS (DXY) turun 0,04 persen menjadi 99,405, setelah sempat mencapai puncak di level 99,56 pada sesi sebelumnya.
Pelemahan ini turut dipicu oleh penguatan Euro sebesar 0,15 persen ke posisi 1,1616 Dolar AS menyusul ekspektasi kenaikan suku bunga ECB, serta kenaikan tipis Poundsterling sebesar 0,05 persen ke level 1,345 Dolar AS.
Meski terkoreksi, penurunan Dolar AS tertahan oleh statusnya sebagai aset safe-haven karena ketidakpastian Timur Tengah belum sepenuhnya reda, mengingat Hizbullah menolak proposal mediasi AS dan Israel tetap melanjutkan serangan.
Di sisi lain, pergerakan Dolar AS terhadap Yen Jepang (USD/JPY) kini berada dalam pengawasan ketat setelah Yen kembali melemah dan menembus level psikologis 160,015 per Dolar AS.
Posisi ini berpotensi memicu intervensi langsung dari otoritas Tokyo untuk menahan kejatuhan mata uangnya, terlebih setelah Gubernur Bank of Japan, Kazuo Ueda, memberikan sinyal hawkish terkait rencana kenaikan suku bunga pada pertemuan Juni guna meredam dampak lonjakan harga energi.
BERITA TERKAIT: