"Tidak ada gejolak yang berarti, kita sudah antisipasi dari tiga bulan lalu," ujar Agung di Toko Tani Indonesia (TTI) Center, Pasar Minggu, Jakarta, Senin (11/6).
Hal yang dilakukannya untuk mengendalikan harga tersebut ialah dengan cara memperhatikan pasokan pangan dari produsen ke konsumen. Karena jika supply tidak bisa dikendalikan akan berdampak pada tingginya harga mengingat tingginya permintaan.
"Kebutuhan pokok pada bulan Ramadhan dan Lebaran ini meningkat 10 persen, makannya kita harus menjaga supply dari produsen ke pasar melalui distribusi yang baik," bebernya.
Sehingga ketika distribusi berjalan baik maka pengendalian harga di tingkat konsumer dapat terwujud. Memutus rantai pasok yang panjang di antara pedagang itulah menjadi tugas TTI Center.
"Akhirnya kita TTI Center bisa total mempengaruhi harga di pasar," pungkas Agung Hendriardi.
[rus]
BERITA TERKAIT: