Kementan Bersinergi Tuntaskan Daerah Rentan Rawan Pangan

Amran Sulaiman/Net

Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian (Kementan), Agung Hendriadi menekankan pentingnya kerja sama antar lembaga dan kementerian terkait dalam rangka penuntasan daerah rentan rawan pangan.

Hal ini kata dia, bertujuan agar semua program yang dijalankan secara sinergi mampu mengentaskan kemiskinan, khususnya mengurangi stanting pada ibu hamil.

"Tentu ini ada kaitanya dengan asupan pangan. Makanya kita libatkan juga dari berbagai unsur, termasuk Kementerian Kesehatan," kata Agung dalam acara Fokus Grup Diskusi (FGD) di Hotel Bidakara Grand Pancoran, Jakarta, Rabu (24/7).

Hal ini dilakukan melalui kerja sama dengan membangun infrastruktur secara masif, mengintensifkan peta ketahanan dan kerentanan pangan atau food security and vulnerability atlas (SFVA) serta menjalankan program Obor Pangan Lestari (OPAL).

"Program Opal dibuat untuk menjaga ketahanan pangan nasional dengan pemanfaatan lahan pekarangan. Dalam hal ini kita harus melakukan sinergi pembebasan daerah rawan pangan," jelasnya.

Menurut Agung, program Opal merupakan satu diantara program pengentasan kemiskinan yang sudah berjalan secara nasional baik di tingkat kota maupun kabupaten yang sangat rentan rawan pangan. Utamanya di wilayah Indonesia bagian Timur yang memiliki kendala pengairan.

Menurut Agung, hasil pemetaan Kementan pada kasus kerentanan rawan pangan ini diantaranya terjadi di daerah Sigi, Sulawesi Tengah. Di sana, kasus yang ditemukan bahkan sampai masuk kategori level kronis.

"Makanya kapasitas produksi pangan harus kita tingkatkan untuk mencukupi permintaan konsumsi. Tapi sudah kita inisiasi dengan program Obor Pangan Lestari seperti membangun koperasi usaha tani dan Kawasan Rumah Pangan Lestari. Semua ini menjadi upaya kita untuk meningkatkan ketersediaan pangan," katanya.

Dengan ini, Direktur Jenderal Pelayanan Masyarakat Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Kirana Pritasari juga mendukung upaya Kementerian Pertanian dalam membangun penanganan kerentanan rawan pangan melalui program Opal.

"Menurut saya program ini juga ada kaitanya dengan penanganan stunting. Tentu kami sangat menyambut baik kerja sama ini untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat, termasuk pentingnya ketahanan pangan di tingkat keluarga," katanya.

Menurut dia, penanganan stunting yang berkaitan dengan asupan pangan sangatlah penting untuk menghindari kondisi kronis, seperti penurunan tinggi badan dan penyusutan kesehatan dari rata-rata anak seusianya.

"Ini akan menjadi masalah besar bagi bangsa kita kalau kemudian generasi ini terus menjadi sumber daya manusia yang akhirnya tidak kompetitif tidak produktif dan nanti secara ekonomi akan mempengaruhi pembangunan bangsa kita," katanya.

Dari akademisi, Rektor Universitas Yarsi, Prof. Fasli Jalal juga mendukung langkah kongkrit Kementan dalam meningkatkan kesehatan masyarakat melalui program Opal. Kata dia, program tersebut sudah mencakup program teknis lainya pada bidang ketahanan pangan.

"Terus terang ini sinergi yang luar biasa karena dari semua sisi sudah tersentuh, termasuk dari sisi makro yang biasanya tergantung pada kondisi lokal. Nah harapan kita, selain dari jaminan makro ini dengan dua instrumen keberdayaan masyarakat bahwa mereka sendiri yang mencukupi dulu di tingkat mereka," tukasnya.

Sekedar informasi, sinergi Fokus Grup Diskusi ini juga dihadiri Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR), Kemendesa PDT Transmigrasi, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Sosial Bappenas dan Lemhanas. Dalam paparnya, masing-masing perwakilan mendukung semua upaya penanganan rentan pangan.
EDITOR: AZAIRUS ADLU
Tag:

Kolom Komentar


Video

Jokowi: Saya Tidak Tahu Sebabnya Apa, Minggu-minggu Terakhir Ini Masyarakat Khawatir Covid-19

Senin, 03 Agustus 2020
Video

FRONT PAGE | CATATAN KAMI, Dr Ahmad Yani

Jumat, 07 Agustus 2020

Artikel Lainnya

Program OPAL, Atasi Kemiskinan Dan Jawaban Untuk Ketahanan Pangan Nasional
Tani

Program OPAL, Atasi Kemiskin..

30 Juli 2019 01:40
Kendalikan Harga, BKP Kementan Turunkan 2,5 Ton Cabai Di Jabodetabek
Tani

Kendalikan Harga, BKP Kement..

29 Juli 2019 02:13
Jelang Musim Kemarau, Kementan Harap Cadangan Beras Bulog Maksimal
Tani

Jelang Musim Kemarau, Kement..

27 Juli 2019 22:00
Kementan Bersinergi Tuntaskan Daerah Rentan Rawan Pangan
Tani

Kementan Bersinergi Tuntaska..

24 Juli 2019 21:42
Kembangkan Industri Pangan Lokal, Kementan Gandeng Kemenperin, BPPT, KADIN dan GAPMMI
Tani

Kembangkan Industri Pangan L..

24 Juli 2019 21:38
Diterima Presiden Argentina, Mentan Amran Tindak Lanjut Ekspor Buah
Tani

Diterima Presiden Argentina,..

23 Juli 2019 19:41
Tak Hanya Ekspor Buah, Indonesia Setuju Jalin Kerja Sama di Bidang Pertanian Bersama Argentina
Tani

Tak Hanya Ekspor Buah, Indon..

23 Juli 2019 15:33
Dampingi Kunker DPR RI, Kementan Dorong Serap Gabah Panen Gadu
Tani

Dampingi Kunker DPR RI, Keme..

22 Juli 2019 20:05