Direktur Kesehatan Hewan Fadjar Sumping Tjatur Rasa menjelaskan bahwa tim ini terdiri dari staf Direktorat Kesehatan Hewan dan Balai Veteriner Lampung Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan yang langsung dikirim ke lokasi pada tanggal 6 hingga 8 April 2018 di Kabupaten Mesuji dan Tulang Bawang, Provinsi Lampung.
Di tempat ini, Tim Kementan telah melakukan investigasi, serta menyampaikan langsung bantuan obat-obatan, desinfektan, serta sarana desinfeksi untuk membantu upaya penanggulangan dan pemberantasan penyakit.
"Berdasarkan hasil investigasi, penyakit Jembrana yang terjadi di Kabupaten Mesuji dan Tulang Bawang ternyata disebabkan oleh adanya Sapi Bali sakit yang dibawa dari Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Provinsi Sumatera Selatan oleh pedagang," ungkapnya di sela-sela acara Seminar ‘Sosialisasi Permentan 14/2017 tentang Klasifikasi Obat Hewan dan Implementasinya terkait AGP untuk Peternak Self Mixing’ di Kediri, Rabu (11/4)
Tjatur memastikan bahwa tim Kementan telah berhasil melokalisir penyakit ini sehingga tidak menyebar ke tempat lain. Bahkan Tjatur juga menyebut telah terjadi penurunan kematian ternak sapi.
"Saat ini sudah terjadi penurunan kematian ternak sapi Bali dan kasus sudah terkendali," tukasnya.
[ian]
BERITA TERKAIT: